First Landing Bandara Internasional Dhoho Diawali Citilink, Mas Dhito : Maskapai Lain Jangan Sampai Menyesal

06 Apr 2024 - 08:52
First Landing Bandara Internasional Dhoho Diawali Citilink, Mas Dhito : Maskapai Lain Jangan Sampai Menyesal
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat acara first landing di Bandara Dhoho Kediri Jumat (5/4/2024). (foto : Humas Pemkab Kediri).

Kediri, (afederasi.com) - Bandara Internasional Dhoho telah secara resmi memulai operasinya pada Jumat (5/4/2024) dengan penerbangan perdana oleh maskapai Citilink.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyatakan harapannya agar kehadiran bandara ini diikuti oleh maskapai lain.

Dikenal dengan nama Mas Dhito, bupati tersebut mengatakan bahwa pihaknya mendorong maskapai lain untuk segera memulai operasi di bandara yang diharapkan akan melayani penerbangan haji dan umroh.

"Kami berharap maskapai lain tidak menyesal jika tidak membuka rute dari bandara Kediri," ujarnya.

Mas Dhito juga menyebut bahwa setelah suksesnya penerbangan perdana dari Bandara Soekarno Hatta, Citilink berencana untuk membuka penerbangan dua kali seminggu.

Namun, harapannya adalah agar secara bertahap maskapai tersebut dapat beroperasi setiap hari dengan rute yang lebih banyak.

Bupati yang telah menjabat sejak 2021 ini juga terus berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas ke bandara melalui pengembangan infrastruktur jalan tol, jalan non-tol, dan jembatan.

Selain itu, untuk mendukung operasional bandara, telah disediakan moda transportasi bus dari PO Harapan Jaya dan Damri dengan rute Nganjuk, Pare, hingga Tulungagung.

Dengan persiapan tersebut, Mas Dhito berharap peningkatan sektor ekonomi dan pariwisata di wilayahnya dapat terus ditingkatkan, terutama karena bandara ini melayani 12 kabupaten dan kota di sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, mengungkapkan bahwa okupansi pesawat Citilink pada penerbangan perdana di Bandara Internasional Dhoho menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Penerbangan tersebut membawa sekitar 180 penumpang, menandakan adanya sinyal positif mengenai konektivitas antar wilayah di Jawa Timur.

"Dengan kedatangan hampir 180 penumpang penuh, ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang pulang dari Jakarta ke Kediri sangat tinggi," ungkap Faik Fahmi.

Dengan demikian, keberadaan Bandara Internasional Dhoho diharapkan akan menjadi pintu masuk baru yang penting bagi wilayah Jawa Timur dan akan menjadi pusat aktivitas yang vital bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah tersebut. (sya/dn))

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow