Festival Budaya Spiritual 2025 Akan Digelar di Tulungagung, Jamasan Pusaka hingga Ruwatan Massal Jadi Agenda Utama

23 Jun 2025 - 21:56
Festival Budaya Spiritual 2025 Akan Digelar di Tulungagung, Jamasan Pusaka hingga Ruwatan Massal Jadi Agenda Utama
Penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Syamsul Hadi, di Pendopo Kongas Arum Kusimaning Bongso (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Kabupaten Tulungagung ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Budaya Spiritual (FBS) ke-3 tahun 2025. Festival yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI ini akan berlangsung pada 10 hingga 14 Juli 2025 mendatang, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Kepastian pelaksanaan kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Syamsul Hadi, di Pendopo Kongas Arum Kusimaning Bongso, Senin (23/6/2025).

“Kami berharap pelaksanaan FBS tahun ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Bupati Gatut Sunu usai penandatanganan.

Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam upaya mengangkat potensi budaya spiritual di Tulungagung agar lebih dikenal secara nasional. “Ini menjadi langkah strategis untuk mempromosikan identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, J Bagus Kuncoro, menyebutkan bahwa festival tersebut akan diramaikan dengan beragam kegiatan budaya. “Kami akan menyuguhkan pameran keris, lomba menggambar keris, pameran tradisi budaya, hingga jamasan pusaka tombak Kanjeng Kiai Upas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa akan digelar ruwatan massal yang terbuka bagi masyarakat. “Warga yang ingin mengikuti ruwatan bisa mendaftar langsung selama pelaksanaan festival. Ini termasuk untuk anak-anak ontang-anting atau mereka yang dipercaya membutuhkan ruwatan,” imbuh Bagus.

Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Syamsul Hadi, mengungkapkan bahwa FBS tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga setelah sebelumnya digelar di Solo dan Blora.

“Tulungagung kami pilih karena memiliki kekayaan budaya spiritual yang lengkap. Ada pantai, gunung, cagar budaya, serta banyak situs spiritual,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan budaya lokal. “Kami berharap tempat-tempat spiritual ini bisa masuk dalam muatan lokal di sekolah, agar generasi muda tidak kehilangan jejak warisan budaya,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap pelaksanaan FBS ke-3 ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dan menjadi ruang ekspresi budaya yang memperkuat jati diri masyarakat lokal.(dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow