Dua Pelaku Pencabulan Gadis Belia Dibawa Kapal Cepat 

04 May 2024 - 05:57
Dua Pelaku Pencabulan Gadis Belia Dibawa Kapal Cepat 
Salah satu pelaku di periksa petugas unit PPA Polres Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Dua pelaku pencabulan di Pulau Bawean Gresik berhasil diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Kedua pelaku ditangkap di rumahnya dan dibawa ke Mapolres Gresik menggunakan kapal cepat penyeberangan Gresik-Bawean.

Anggota Unit PPA Polres Gresik yang dipimpin Ipda Hepi begitu tiba di pulau Bawean langdung melakukan upaya penangkapan kepada terduga pelaku AA (21 th) di rumahnya,  sejak hari Selasa (30/04/2024).

Kedua pelaku yang diamankan masimg-masimg berisinial AA yang merupakan pelaku pencabulan terhadap korban FA (19 th) di rumah kosong milik keluarga AA. 

Kanit PPA Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza mengungkapkan korban disetubuhi oleh terduga pelaku namun korban menolak sehingga terjadi penganiayaan sampai korban mau disetubuhi. orban melaporkan ke Polsek Sangkapura yang menerima laporan perbuatan bejat pelaku pun saat itu telah melakukan Visum terhadap korban 

"Terduga pelaku ada di rumahnya bersama kedua orang tuanya kemudian saat ditanyai pelaku mengakui telah melakukan pemerkosaan  kepada korban. Kemudian penyidik membawa ke Polsek Sangkapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar IPDA Hepi.

Barang bukti yang diamankan, Hasil Visum et Repertum, ⁠Baju Korban, dan ⁠Baju Tersangka. Satu pelaku lainnya, tambah Ipda Hepi,  yakni  MR (22 th) warga Sangkapura, Bawean. Dalam menjalankan aksi nekatnya, MR mengajak korban JN (14) yang masih di bawah umur. Sebelum disetubuhi korban sebelumnya dicekoki minuman keras (Miras), korban pun dirudakpaksa  di balik semak semak yang berjarak kurang lebih 10 meter dari lokasi pesta miras.

"Pelaku kami amankan pada Rabu (30/04/2024) dan kami dibawa ke Mapolres Gresik menggunakan Kapal Cepat Bahari Express (Bawean-Gresik)," bebet IPDA Hepi.

Sementara itu.Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, dr Titik Ernawati menyebut kedua korban dalam pendampingan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A ).

“Korban sudah kami dampingi, untuk perlindungan dan diupayakan bisa melanjutkan sekolah,” ujar dr Titik. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow