Dishub Mandul, Tarif Parkir Liar Merajalela di Tulungagung
Tulungagung, (afederasi.com)– Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung tahun ini tercoreng oleh ulah sejumlah oknum juru parkir (jukir) yang nekat mematok tarif parkir di luar ketentuan resmi. Ironisnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mengakui belum bisa menindak tegas karena keterbatasan regulasi.
Kabid Prasarana dan Perparkiran Dishub Tulungagung, Ronald Soesatyo, mengungkapkan bahwa pihaknya kerap menerima laporan terkait praktik pungutan liar oleh jukir. Berdasarkan aturan yang berlaku, tarif parkir di Tulungagung ditetapkan sebesar Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 3 ribu untuk roda empat.
Namun, dalam berbagai acara, terutama selama rangkaian Hari Jadi Tulungagung, sejumlah jukir mematok tarif jauh di atas standar. “Kami menerima laporan bahwa pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir hingga Rp 5 ribu,” ujar Ronald, Kamis (5/12/2024).
Ronald menambahkan, kejadian serupa juga kerap terjadi saat Car Free Day (CFD). Meski Dishub telah memberikan pembekalan kepada jukir resmi agar mematuhi aturan, masalahnya terletak pada jukir insidentil yang dikelola oleh kelompok karang taruna setempat.
“Kami bisa menindak jukir resmi yang melanggar hingga ke Inspektorat karena mereka memiliki payung hukum. Namun, untuk jukir insidentil, kami belum memiliki regulasi yang jelas,” jelasnya.
Saat ini, Dishub Tulungagung masih mengusulkan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Layanan Parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Revisi tersebut bertujuan mengatur operasional parkir insidentil, termasuk pembagian hasil antara jukir insidentil dengan pemerintah daerah.
Namun, usulan perubahan Perda ini masih tertahan di Biro Hukum Provinsi Jawa Timur karena menunggu revisi Peraturan Bupati (Perbup) dari Bagian Hukum Pemkab Tulungagung. Dishub berharap perubahan regulasi dapat rampung sebelum Bupati terpilih dilantik.
“Selama regulasi belum selesai, kami hanya bisa menindak jukir resmi yang melanggar. Sedangkan untuk jukir insidentil, pendekatan persuasif menjadi satu-satunya langkah yang bisa kami tempuh,” pungkas Ronald.(riz/dn)
What's Your Reaction?



