Delapan Laptop SDN 166 di Gresik Digasak Maling

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 166 Gresik di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur disatroni maling.

11 Sep 2023 - 15:52
Delapan Laptop SDN 166 di Gresik Digasak Maling
Polisi melakukan olah TKP di SDN 166. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 166 Gresik di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur disatroni maling. Sebanyak delapan buah  laptop dan sejumlah inventaris sekolah raib dibobol maling.

Dari pemantauan dilokasi kejadian, dipintu ruang guru SDN 166 terlihat ada kerusakan bekas congkelan. Padahal pihak sekolah sebenarnya telah memasang teralis besi diseluruh jendela ruangan.

"Delapan laptop, satu proyektor, dan kardus pigora bergambar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin untuk dipasang di ruang kelas hilang," ungkap Roys Ubaydillah, Kepala SDN 166 Driyorejo Gresik, Senin (11/09/2023).

Aksi pembobolan itu diketahui pada Senin pagi. Saat itu penjaga sekolah seperti biasanya mengecek kondisi ruangan sebelum kegiatan belajar dimulai, namun dirinya terkejut saat hendak membuka ruang guru, ternyata pintu ruangan sudah tidak terkunci. Meja ruang guru pun nampak dalam kondisi acak-acakan.

Penjaga SDN 166 saat itu  langsung menuju ruang kepala sekolah dan menemukan lemari untuk menyimpan laptop juga dalam kondisi terbuka. Setelah dicek diketahui sebanyak delapan laptop yang ada di rak paling atas hilang.

"Kasihan anak-anak ujian bulan depan, awal Oktober ujian assement dan delapan laptop hilang," terangnya.

Ananta, penjaga SDN 166 Gresik, mengaku saat mengetahui ruang guru dalam keadaan tidak terkunci, dia langsung menuju ruang kepala sekolah.

"Saya langsung ke ruang kepala sekolah ternyata benar laptop hilang," katanya.

Atas kejadian pembobolan ini, pihak kepolisian Sektor (Polsek) Driyorejo Gresik  polisi sudah mendatangi lokasi kejadian dan  memeriksa kondisi ruang guru dan ruang kepala sekolah SDN 166 .

Kapolsek Driyorejo Kompol Herry Moriyanto Tampake membenarkan kejadian tersebut. Petugas masih terus mengumpulkan petunjuk dan keterangan dilokasi kejadian. Termasuk memeriksa sidik jari karena dilokasi sekolah  belum terpasang CCTV.

"Anggota sudah ke TKP mengumpulkan bukti dan keterangan, namun sekolah tidak ada CCTV. Kami juga masih menunggu laporan dari pihak sekolah untuk inventaris barang hilang," jelasnya. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow