Dari Operator Pabrik ke Advokat Tangguh: Perjalanan Karier Debby Puspita Sari, S.H. Membela Kaum Lemah

03 Jan 2026 - 21:33
Dari Operator Pabrik ke Advokat Tangguh: Perjalanan Karier Debby Puspita Sari, S.H. Membela Kaum Lemah
Advocat perempuan asal Gresik Debby Puspita Sari, S.H, saat pose bersama tamu di depan kantor baru, perumahan green hill Kebomas Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Tidak semua advokat lahir dari ruang kuliah ber-AC atau meja kantor yang penuh dokumen hukum. Sebagian ditempa dari peluh, deru mesin, dan kerasnya kehidupan buruh. Debby Puspita Sari, S.H. adalah salah satu di antaranya—seorang advokat perempuan asal Gresik yang membangun karier hukumnya dari lantai pabrik.

Di kalangan aktivis dan praktisi hukum Gresik, nama Debby bukan sosok asing. Karakternya dikenal tegas saat beradu argumen hukum, namun hangat dan empatik ketika mendengar keluh kesah klien. Wibawa toga advokat yang ia kenakan hari ini menyimpan perjalanan panjang penuh kerja keras.

Debby merupakan “produk” murni dunia industri. Selama hampir 20 tahun, perempuan kelahiran 1981 ini menghabiskan hidupnya sebagai pekerja di sebuah perusahaan swasta. Ia memulai dari posisi paling dasar—operator produksi pabrik—dan bergelut dengan ritme kerja shift yang melelahkan.

Ia merasakan dinginnya pagi di shift satu, hingga sunyi dan gelapnya malam di shift tiga. Namun dari lantai pabrik itulah kepekaan sosial dan naluri pembelaannya tumbuh. Debby terjun aktif di serikat pekerja, berdiri di barisan depan memperjuangkan hak-hak buruh yang kerap terpinggirkan.

“Di situlah saya aktif sebagai aktivis serikat pekerja. Proses panjang itu akhirnya membawa saya ke posisi terakhir sebagai HRD di perusahaan,” kenang Debby, Sabtu (03/01/2026).

Perempuan lulusan Universitas Gresik ini tampaknya tidak pernah berhenti bergerak. Setelah memutuskan mengakhiri kariernya di dunia industri, Debby mendirikan perusahaan outsourcing yang hingga kini masih beroperasi. 

Namun, satu mimpi besar belum terwujud sepenuhnya menjadi pembela hukum bagi mereka yang lemah dan tak bersuara.

Sambil mengelola usahanya, Debby kembali ke bangku pendidikan. Ia menempuh studi hukum hingga resmi menyandang status advokat. Di usia 44 tahun, Debby tak hanya dikenal sebagai pengacara, tetapi juga figur pengayom bagi para pekerja keamanan.

Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Paguyuban Satpam Gresik serta Bendahara Umum APSI DPD Jawa Timur, posisi yang semakin mengukuhkan kiprahnya di isu ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja.

Langkah Debby kian mantap dengan diresmikannya DPS Law Office & Partner di Perumahan Green Hill, Kebomas, Gresik, pada Sabtu (03/01/2026). Bersama timnya Dwy Febryanto, Muhammad Willy Fatta K, Hari Kisbandrio, Thariq Aziz, dan Dwi Rahmania ia menangani perkara-perkara yang menuntut keberanian dan integritas tinggi.

Mulai dari kasus sensitif seperti pornografi dan pembuangan bayi, hingga sengketa ketenagakerjaan lintas daerah di Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. 

Bahkan, DPS Law Office mencatat keberhasilan menangani kasus wanprestasi pembayaran proyek Green House oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tertunda selama dua tahun.

“Kami selalu bekerja totalitas. Meski kasus berada di luar provinsi, tetap kami kawal sampai tuntas,” tegas Debby.

Jam terbang yang tinggi juga membuat Debby dipercaya sebagai konsultan hukum bagi sejumlah perusahaan properti dan industri berskala besar. 

Meski demikian, ia tetap membumi. Alumni SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini masih aktif memberikan pendampingan hukum bagi sejumlah LSM di Gresik, menjaga komitmennya pada jalur pengabdian sosial.

Bagi Debby, setiap perkara bukan sekadar berkas atau nilai materi, melainkan amanah. Dari operator produksi hingga Managing Partner kantor hukum, ia membuktikan bahwa nasib bukanlah takdir final.

Keadilan, bagi Debby Puspita Sari, adalah hak yang harus diperjuangkan dan ia memilih untuk selalu berada di garda depan perjuangan itu.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow