Cuaca Tak Menentu, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Jombang Melambung Tinggi

23 Jun 2025 - 13:16
Cuaca Tak Menentu, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Jombang Melambung Tinggi
Rahayu pedagang sayur di pasar tradisional Jombang ,senin (23/06/2025). (foto : santoso /afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) - Dampak cuaca yang tak menentu menyebabkan harga sayuran di pasar tradisional Jombang, Jawa Timur, melambung tinggi. Kenaikan harga ini telah terjadi sejak dua pekan terakhir dan terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Kenaikan paling signifikan terjadi pada sayuran selada, yang harga normalnya Rp 20.000 per kilogram, kini naik 100 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Saat ditemui di pasar, salah satu pedagang, Eny, mengungkapkan bahwa harga komoditas sayuran telah melambung tinggi. Sejumlah komoditas sayuran seperti tomat, cabai, selada, sawi, bunga kol, hingga wortel mengalami kenaikan harga yang signifikan.

“Untuk harga tomat sendiri yang sebelumnya Rp 12.000 kini menjadi Rp 26.000 per kilogram, sawi dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, bunga kol dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram, dan wortel dari Rp 12.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram. Paling mahal adalah selada yang mengalami kenaikan 100 persen dari Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram,” terangnya.

Menurut Eny, kenaikan harga komoditas sayuran ini terjadi sejak satu hingga dua pekan terakhir. Penyebab utama dari kenaikan ini adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Tentu saja, kenaikan harga sayuran yang mendadak ini dikeluhkan oleh konsumen.

"Yang naik adalah cabai, tomat, selada, sawi putih, dan sayuran lainnya. Kenaikan ini sudah terjadi kurang lebih satu minggu, mungkin karena cuaca," tambahnya.

Pedagang lainnya, Rahayu, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa harga sayur mayur mulai mengalami kenaikan yang signifikan.

“Sayuran seperti bunga kol dan selada juga mengalami kenaikan, begitu pula sawi. Sudah dua minggu harga terus naik, mungkin karena cuaca. Pembeli pun mengeluh dengan kenaikan harga yang mendadak ini,” pungkasnya.

Salah satu pembeli, Mala, mengaku kaget dengan kenaikan harga sayur mayur. Ia menyebutkan bahwa harga tomat kini sudah Rp 25.000, padahal sebelumnya masih Rp 20.000.

“Meskipun ada kenaikan, saya tetap beli, tapi tidak banyak, hanya satu kilogram saja,” tutupnya.

Kenaikan harga sayuran ini menjadi perhatian bagi masyarakat Jombang, terutama bagi mereka yang bergantung pada sayuran sebagai bahan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, kondisi cuaca segera membaik agar harga sayuran dapat kembali stabil. (san) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow