Cegah Penumpukan Wisatawan, Disbudpar Arahkan Kunjungan ke Destinasi Alternatif
Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung mulai memetakan sejumlah destinasi wisata unggulan guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kawasan pantai selatan yang berada di jalur lintas selatan (JLS) diprediksi masih menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Kepala Disbudpar Tulungagung, Adrian Candra, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, serta para pengelola objek wisata sebagai langkah awal menyambut tingginya arus kunjungan wisata.
“Koordinasi lintas sektor sudah kami lakukan, baik dengan TNI, Polri, maupun pengelola tempat wisata, guna memastikan kesiapan destinasi dalam menyambut wisatawan,” ujar Adrian, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, khusus destinasi pantai selatan, pengamanan telah disiagakan dengan melibatkan personel kepolisian dari masing-masing Polsek. Selain itu, pengelola wisata juga diminta memasang banner imbauan keselamatan untuk mencegah wisatawan beraktivitas di area yang berpotensi membahayakan.
Disbudpar juga telah melakukan pemetaan destinasi yang diprediksi menjadi tujuan favorit wisatawan. Beberapa pantai seperti Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren masih menjadi primadona karena berada dalam satu kawasan yang mudah diakses.
Namun demikian, guna menghindari penumpukan pengunjung di satu titik, Disbudpar berupaya mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi destinasi alternatif yang tak kalah menarik. Di antaranya pantai-pantai yang berada di Kecamatan Pucanglaban dan Kecamatan Kalidawir, seiring telah terbukanya akses JLS Sine.
“Dengan terhubungnya JLS Sine, akses menuju pantai di Pucanglaban dan Kalidawir kini semakin terbuka. Kami ingin wisatawan tidak hanya terpusat di Pantai Gemah, Bayem, dan Midodaren yang lokasinya berdekatan,” ungkapnya.
Pada momentum libur Nataru kali ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Tulungagung diperkirakan bisa mencapai 100 ribu orang per hari. Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi saat libur Nataru 2025, khususnya di Pantai Gemah yang dipadati pengunjung.
Oleh karena itu, Disbudpar menekankan kepada seluruh pengelola destinasi wisata agar mempersiapkan fasilitas dan layanan secara optimal, demi memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Kami menekankan kepada pengelola wisata agar menjaga kebersihan dan kenyamanan lokasi, sehingga wisatawan merasa aman dan tidak menimbulkan keluhan,” pungkas Adrian.(riz/dn)
What's Your Reaction?


