Butet Kartaredjasa Mengirim Surat ke Presiden Jokowi Terkait Dinasti Politik dan Cawapres Gibran
Butet Kartaredjasa, seorang aktor terkenal Indonesia, telah mengambil langkah berani dengan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo sebelum Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai pasangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Jakarta, (afederasi.com) - Butet Kartaredjasa, seorang aktor terkenal Indonesia, telah mengambil langkah berani dengan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo sebelum Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai pasangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Alasan di balik tindakan tersebut adalah kekecewaan mendalam Butet atas potensi munculnya dinasti politik dari keluarga Jokowi. Ia mengungkapkan ketidaknyamanannya, berkata, "Saya kirim surat, mumpung masih ada waktu. Saya sudah nggak tahan," seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Dalam suratnya kepada Joko Widodo, Butet Kartaredjasa merasa perlu menyampaikan doa dan harapannya agar wacana menjadikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dapat dipertimbangkan ulang. Ia merasa bahwa ada keajaiban yang bisa terjadi di masa depan, sambil berbicara, "Saya cuma berdoa, semoga semesta membimbing dan melahirkan mukjizat, melahirkan keajaiban."
Sebagaimana banyak masyarakat Indonesia yang merasakannya, Butet Kartaredjasa juga merasa bahwa penunjukan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto terlalu dini. Meskipun Mahkamah Konstitusi telah menetapkan persyaratan pengalaman sebagai kepala daerah, Butet tetap merasa bahwa pengalaman Gibran masih belum memadai. Ia menyatakan dengan tegas, "Berpengalaman jadi wali kota? Dua tahun? Baru jalan dua tahun. Tugasnya itu lima tahun loh. Dua tahun kok berpengalaman?" Butet Kartaredjasa juga menggambarkan pengalaman pribadinya sebagai aktor, di mana pengakuan dan penghargaan baru datang setelah 25 tahun berkarir.
Dalam suratnya kepada Joko Widodo, Butet Kartaredjasa juga mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan institusi negara jika Gibran Rakabuming Raka diangkat sebagai cawapres Prabowo Subianto. Ia menjelaskan, "Ini perangkat demokrasi nasional, diperjuangkan dengan pertaruhan nyawa, tapi diintervensi, disalahgunakan dengan kekuatan kekuasaan."
Butet Kartaredjasa juga menambahkan harapannya agar Joko Widodo dapat lebih fokus pada masa baktinya kepada negara daripada mempersiapkan dinasti politik. Ia ingin melihat Jokowi tetap menjadi presiden yang berfokus pada pelayanan kepada rakyat, seperti yang diidolakannya, "Saya kepengin, di waktu yang tinggal beberapa bulan ini, Pak Jokowi bekerja aja kayak yang kemarin-kemarin itu loh, dengan gayanya yang seperti itu."
Sebelumnya, Butet Kartaredjasa mengungkapkan keterkejutan dan kekecewaannya atas dugaan bahwa Joko Widodo sedang menyiapkan dinasti politik melalui anak-anaknya. Ia bahkan mengaku menangis karena tidak bisa mempercayai bahwa presiden yang menjadi idolanya terlibat dalam lingkaran gelap kekuasaan. (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



