Bocah SD Diamputasi Kaki Akibat Bullying: Fakta-fakta Mengenai Kasus Ini

Seorang bocah SD berinisial F (12), yang merupakan siswa sekolah dasar negeri (SDN) Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menjadi korban perundungan atau bullying teman-teman sekolahnya.

02 Nov 2023 - 13:22
Bocah SD Diamputasi Kaki Akibat Bullying: Fakta-fakta Mengenai Kasus Ini
Dokter spesialis ortopedi dr Melitta Setyarani. (Suara.com/Faqih)

Bekasi, (afederasi.com) - Seorang bocah SD berinisial F (12), yang merupakan siswa sekolah dasar negeri (SDN) Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menjadi korban perundungan atau bullying teman-teman sekolahnya.

Selain perundungan, F juga sering diolok-olok di sekolah. Ibunya, Diana Novita, mengungkapkan bahwa anaknya kerap disebut "anak mama" dan "sok kegantengan" oleh teman-temannya. Hal ini telah berdampak serius pada F.

Korban bullying tersebut dikabarkan harus menjalani amputasi pada bagian kaki kirinya. Amputasi ini dilakukan pada 26 Oktober lalu di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Dokter spesialis ortopedi, dr. Melitta Setyarani, menjelaskan bahwa amputasi tersebut disebabkan oleh Osteosarkoma atau kanker tulang ganas yang diderita F. 

Dokter Melitta Setyarani mengingatkan bahwa kanker tulang ganas ini bukan akibat dari sleding atau jatuh yang dilakukan oleh teman-teman F.

Berdasarkan literatur medis, tidak ada bukti yang menghubungkan jatuh atau benturan dengan terjadinya kanker tulang.

"Perlu ditegaskan, ada faktor pencetus dan penyebab. Yang kanker itu ada 2 faktor, dimana kalau penyebab itu berarti faktor utamanya penyebab," ungkapnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. 

Melitta juga menambahkan bahwa F telah menderita kanker tulang ganas sejak bulan Februari lalu, dan keluarga F tidak langsung membawanya ke RS Kanker Dharmais karena memilih pengobatan di rumah sakit lain.

Dia menekankan bahwa kanker tulang ganas memiliki progresi yang cepat, terutama bagi pasien yang berada di stadium 1-3.

"Kanker tulang ganas itu progresinya cepat sekali, dari stadium 1 sampai ke-3, 3 itu berarti sudah keluar dari tulang primernya, sampai ke-4 terjadi penyebaran itu cepat, hitungan bulan. 6 bulan itu sudah termasuk agak lumayan lama, jadi cepat," tambah Melitta.

Kasus bullying yang menimpa F menjadi salah satu contoh serius perundungan di sekolah dasar, yang semestinya menjadi tempat yang aman untuk belajar. Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran terhadap tindakan bullying dan peran pihak sekolah dalam mencegahnya.

Sukaemah, Wakil Kepala Sekolah SDN Jatimulya 09, yang juga merupakan Wali Kelas 6, memandang perundungan tersebut sebagai bercandaan biasa, meskipun ibu F, Diana Novita, membeberkan pengalaman pahit yang dialami anaknya.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow