Bidik Pasar ASEAN, Bupati Situbondo Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Delegasi Brunei Darussalam

07 Feb 2026 - 22:37
Bidik Pasar ASEAN, Bupati Situbondo Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Delegasi Brunei Darussalam
Bupati Situbondo saat memberikan sambutan di Gala Diner di Aula Pate Alos Besuki Situbondo (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmen serius dalam memperluas jejaring ekonomi internasional. Hal ini ditegaskan dalam acara Welcoming Gala Dinner untuk menyambut delegasi Brunei Darussalam–Indonesia Friendship Association (BRUDIFA) yang digelar di Pendopo Pate Alos, Besuki, pada Sabtu (7/2/2026) malam.

Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ajang bagi Situbondo untuk menawarkan peluang investasi dan perdagangan langsung kepada pelaku usaha dari negara tetangga.

Dalam sambutannya, Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio menyampaikan bahwa daerahnya kini tengah bersiap menjadi pemain penting di pasar regional Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa Pendopo Pate Alos bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol keramahan dan keterbukaan ekonomi bagi siapa pun yang ingin membangun kemitraan yang sehat.

"Pendopo Pate Alos ini kami buka sebagai rumah dialog dan rumah persahabatan. Di sinilah kami ingin mempertemukan niat baik, kepercayaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Situbondo menyambut saudara-saudara dari Brunei dan kawasan ASEAN dengan hati terbuka," ujar Mas Rio di hadapan para delegasi.

Penyambutan ini tidak hanya bersifat seremonial. Pemerintah daerah turut menghadirkan eksibisi bisnis yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM lokal. Melalui forum ini, para pelaku usaha Situbondo mendapatkan kesempatan emas untuk berdialog langsung dengan calon pembeli internasional, sekaligus membuka peluang terciptanya kesepakatan dagang yang konkret di masa depan.

Mas Rio menilai kehadiran BRUDIFA sebagai sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan dunia internasional pada potensi lokal. Apalagi, Situbondo saat ini sudah mulai rutin mengekspor komoditas kopi dan hasil perikanan ke pasar global. Ia berharap kunjungan ini dapat mempertebal volume ekspor tersebut, terutama untuk merambah pasar Brunei Darussalam yang memiliki potensi besar.

"Kami tidak hanya menawarkan potensi, tetapi produk yang siap dibeli dan peluang investasi yang konkret. Kami berharap kerja sama ini segera berlanjut dalam bentuk transaksi dan investasi nyata," tegas Mas Rio. 

Secara makro, performa ekonomi Situbondo memang menunjukkan tren positif. Saat ini, kabupaten ini tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan nasional. Realisasi investasi pada tahun 2025 tercatat menembus angka Rp1 triliun, atau mengalami lonjakan drastis sebesar 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp590 miliar. Kekuatan ekonomi ini juga ditopang oleh sekitar 40.482 unit UMKM yang tersebar di 17 kecamatan.

Sementara itu, perwakilan delegasi BRUDIFA, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat Pemkab Situbondo. Ia mengaku terkesan dengan kedekatan personal Bupati yang menginisiasi kunjungan ini. Hafiy menceritakan bahwa kunjungan ini merupakan respons atas ajakan hangat Bupati dalam pertemuan sebelumnya di luar daerah.

"Waktu itu Bapak Bupati berpesan, kalau turun ke Surabaya jangan lupa singgah ke Situbondo. Kami sudah sampai di sini dan kami merasakan sendiri hasilnya. Pagi tadi kami memetik alpukat langsung dari kebunnya di Sampean Green Farm," ungkap Hafiy.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan keunggulan sektor pertanian dan perikanan yang dimiliki, Situbondo optimis dapat menjadi mitra strategis bagi Brunei Darussalam dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi di kawasan ASEAN.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow