Batik Bagajo: Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Laris Manis

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono mengatakan, batik Bagajo merupakan perpaduan antara motif gajah oling, motif batik khas Banyuwangi, dengan gelang sebagai simbol dari borgol. Motif ini diciptakan oleh para Warga Binaan Lapas Banyuwangi pada tahun 2018.

13 Nov 2023 - 18:21
Batik Bagajo: Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Laris Manis
Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, fokus mengerjakan pesanan batik Bagajo. (Sahroni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, tengah disibukkan dengan pesanan batik dari Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jawa Timur.

PIPAS Kanwil Kemenkumham memesan sebanyak 200 kain Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) hasil karya warga binaan Lapas Banyuwangi. Batik tulis yang dipesan rencananya akan digunakan sebagai seragam pada pertemuan rutin.

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono mengatakan, batik Bagajo merupakan perpaduan antara motif gajah oling, motif batik khas Banyuwangi, dengan gelang sebagai simbol dari borgol. Motif ini diciptakan oleh para Warga Binaan Lapas Banyuwangi pada tahun 2018.

“Batik Bagajo merupakan simbol semangat Warga Binaan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Agus menjelaskan, batik Bagajo memiliki nilai filosofis yang tinggi. Gajah oling melambangkan kekuatan dan kejayaan, sedangkan gelang melambangkan simbol borgol yang merupakan salah satu alat pengamanan yang ada di Lapas. 

Selain memiliki nilai filosofis, batik Bagajo juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Harga satu lembar batik Bagajo berkisar antara Rp250.000 hingga Rp500.000.

"Untuk bahannya sendiri, ada dua pilihan yakni dari bahan katun dan kain semi sutra," terang Agus.

Pembinaan membatik, lanjut Agus, di Lapas Banyuwangi telah berlangsung sejak tahun 2018. Bahkan Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) telah terdaftar Hak Cipta pada pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

“Pada tahun 2019, motif Bagajo telah kami daftarkan untuk pencatatan Hak Cipta pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan sudah resmi terdaftar sebagai Hak Cipta,” ungkap alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) angkatan ke-27.

Saat ini Warga Binaan yang mengikuti kegiatan membatik berjumlah 23 Warga Binaan yang terdiri dari 20 Warga Binaan wanita dan 3 Warga Binaan pria.

“Warga Binaan wanita fokus pada kegiatan mencanting, sedangkan Warga Binaan pria pada desain dan mewarnai,” pungkas Kalapas Banyuwangi, Agus Wahono. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow