Baliho Salah Satu Caleg PDIP Dirusak dan Dibakar, Ini Tanggapan Politisi PDIP Trenggalek Doding Rahmadi
Doding, kepada pihak-pihak yang tidak berkenan keberadaan baliho atau bener politik diharapkan bisa menyadari bawasannya itu ini pesta demokrasi.
Trenggalek, (afederasi.com) - Baliho atau bener calon legislatif DPR-RI dari PDIPerjuangan Novita Hardini di jalan raya Karangan-Gandusari tepatnya di Tumpak Kedekan dirusak dan di bakar.
Menanggapi hal tersebut politisi PDIP Trenggalek sekaligus Wakil Ketua DPRD Trenggalek dari fraksi PDIP Doding Rahmadi mengungkapkan, memang berkaitan dengan baliho yang di rusak dan di bakar itu karena dilapangan modusnya kan bermacam-macam.
Ada yang iseng, ada yang tidak di sengaja ataupun di sengaja. Menurutnya kejadian yang serupa, bahkan baliho semua Parpol juga terjadi di wilayah Kecamatan Suruh.
" Jadi ya biarin aja, kalau dirusak ya pasang lagi gitu aja. Namun demikian kita berharap kepada oknum-oknum atau pihak-pihak yang mungkin alergi dengan demokrasi dan sebagainya itu untuk lebih memahami proses pesta demokrasi. Dan sebagai warga negara yang baik tentunya tidak melakukan hal-hal yang anarkis," ungkapnya, Rabu (8/11/2023).
Karena lanjut Doding, ini pesta demokrasi dan sudah seharus didukung bersama-sama agar bisa berjalan aman dan lancar.
" Jadi parpol-parpol itu sebagai pilar demokrasi menawarkan kepada masyarakat ide, gagasan dan segala macam dengan harapan mereka pahan akan pesta demokrasi. Dan tidak memilih kucing dalam karung," terangnya.
Untuk itu masih kata Doding, kepada pihak-pihak yang tidak berkenan keberadaan baliho atau bener politik diharapkan bisa menyadari bawasannya itu ini pesta demokrasi.
" Memang tahapan sekarang ini masih sosialisasi. Namun dalam konteknya teman-teman itu bermacam-macam modelnya. Dan pada 28 November 2023 mendatang baru kita kampanye," jelasnya.
Disinggung terkait maraknya baliho politik Doding menjelaskan, untuk saat ini masih dalam tahapan sosialisasi. Kendati demikian, teman-teman Caleg itu ada yang belum paham.
Padahal, baik dari Bawaslu maupun Parpol telah mengingatkan berkali-kali kepada teman Caleg. Misalkan, ada Caleg membuat baliho politik berupa gambar paku mencoblos nomor Caleg maupun Parpol tertentu dan itu sebenarnya belum boleh.
Akan tetapi kalau nomer urut dicantumkan dalam baliho itu tidak apa-apa, karena ini bagian dari sosialisasi.
" Yang pasti kita PDIPerjuangan insaallah 90 persen sudah paham terkait hal itu," tuturnya.
Sekarang ini masih kata Doding, justru yang terpenting itu sosialisasi. Misalkan ayo pilih ini, pilihnya kapan terus bagaimana caranya, itu yang harus di jelaskan.
" Makanya kita PDIPerjuangan ngebut bulan-bulan ini sosialisasi kepada kader-kader kita dan nanti biar disampaikan kepada masyarakat," imbuhnya.
Doding juga berharap kepada pelaku kebijakan, baik KPU dan Bawaslu untuk bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat.
Dimungkinkan masyarakat sekarang ini belum tahu kertas suara yang akan di coblos itu berapa caranya bagaimana. Padahal waktunya sudah mepet.
" Jadi misalkan ada sosialisasi lewat spanduk dan sebagainya itu bagus untuk masyarakat. Dengan dimikian masyarakat akan tahu kita itu akan melaksanakan coblosan. Yang terpenting norma aturan hukum dipenuhi bahwa belum waktunya mengajak tapi mensosialisasikan," jelasnya.
Intinya tambah Doding, memberitahu dengan mengajak itu sudah beda konteknya. Kalau mengajak itu ya sudah kampanye tapi kalu memberitahu Caleg ini sudah masuk DCT nomer sekian itu boleh-boleh saja.(pb/dn)
What's Your Reaction?



