Ancaman Perubahan Iklim, Kemenag Ajak Pelajar Ambil Peran Rawat Lingkungan

Ancaman perubahan iklim atau climate change menjadi tantangan global yang mendesak.

11 Sep 2023 - 14:17
Ancaman Perubahan Iklim, Kemenag Ajak Pelajar Ambil Peran Rawat Lingkungan
Webinar International Implementation of Project Based Learning yang digelar Pusdiklat Teknis Pendidikan Agama dan Keagamaan secara daring, Jumat (8/9/2023).

Jakarta, (afederasi.com) - Ancaman perubahan iklim atau climate change menjadi tantangan global yang mendesak. Kepala Badan dan Litbang Kemenag, Suyitno, menggarisbawahi urgensi meningkatkan kesadaran para pelajar dalam upaya merawat lingkungan. Dalam konteks ini, Suyitno menyampaikan pesannya saat membuka Webinar Internasional dengan tema "Sharing Experience Implementation of Project Based Learning" di Jakarta pada Jumat (8/9/2023). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusdiklat Teknis Tenaga Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat, bekerja sama dengan program Inovasi yang merupakan kerjasama antara pemerintah Australia dan Indonesia.

Inovasi adalah program kemitraan yang melibatkan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta mitra-mitra di tingkat daerah di beberapa provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Suyitno menekankan bahwa dampak perubahan iklim, seperti polusi udara, pemanasan global, dan efek rumah kaca, telah dirasakan oleh warga dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak para pelajar untuk aktif berperan dalam menjaga lingkungan sejak dini. Ia menegaskan bahwa bahkan tindakan kecil yang dilakukan oleh para pelajar dapat memberikan kontribusi penting dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Dalam konteks pendidikan agama, perubahan iklim dapat dipahami melalui lensa Fikih Lingkungan. Suyitno menjelaskan bahwa agama tidak hanya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa peserta didik perlu dikenalkan dengan kesadaran tentang kelestarian lingkungan sejak dini. Tindakan ini, meskipun kecil, dapat memiliki dampak global, terutama dalam menjaga keberlanjutan alam.

Selain itu, Suyitno menekankan pentingnya mengajarkan nilai-nilai toleransi sejak dini dalam konteks beragama. Ia menganggap bahwa intoleransi di antara sebagian kecil individu di negeri ini dapat menjadi ancaman serius terhadap upaya membangun harmoni di masyarakat. Dengan kesadaran akan pentingnya toleransi, diharapkan masyarakat dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih damai dan harmonis. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow