Alasan Produksi Beras Indonesia Tidak Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Harga beras sebagai kebutuhan pokok kembali mencuat tinggi, memunculkan kembali isu impor beras di Indonesia.

20 Sep 2023 - 08:42
Alasan Produksi Beras Indonesia Tidak Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Gudang penyimpanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (20/2).

Jakarta, (afederasi.com) - Harga beras sebagai kebutuhan pokok kembali mencuat tinggi, memunculkan kembali isu impor beras di Indonesia. Pada akhir Agustus 2023, harga beras mencapai level tertinggi mencapai Rp14.000 per kg, memicu perhatian masyarakat terhadap kebijakan impor beras.

Kebijakan impor beras selalu menuai pro dan kontra di tengah kebutuhan akan stabilnya harga beras. Impor beras menjadi alternatif saat pasokan beras dalam negeri terganggu, terutama akibat cuaca seperti kekeringan yang mempengaruhi produksi beras di dalam negeri.

Dalam upaya mengatasi kenaikan harga beras, pemerintah Indonesia merencanakan impor 250.000 ton beras dari Kamboja. Pada awal September 2023, Presiden Joko Widodo menyatakan apresiasi terhadap sambutan baik dari pemerintah Kamboja terkait rencana impor tersebut. Indonesia juga berkomitmen untuk membantu sektor ketahanan pangan Kamboja melalui pasokan pupuk.

Keputusan untuk melakukan impor beras selalu menjadi perdebatan. Sebelumnya, Indonesia mencoba untuk mengimpor 1 juta ton beras dari India, namun India menutup ekspor beras untuk mengamankan stok dalam negeri. Pemerintah juga meneken kebijakan impor 2 juta ton beras di tengah panen raya musim tanam pertama pada April 2023, yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Pemerhati Pertanian, Syaiful Bahari, menyuarakan kritik terhadap kebijakan impor beras. Dia mencatat bahwa pemerintah telah melakukan impor sebanyak 500.000 ton beras pada akhir 2022 untuk menutupi defisit Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Namun, ada ketidakkonsistenan antara klaim surplus beras nasional yang diumumkan oleh pemerintah dengan fakta lapangan yang menunjukkan kebutuhan impor.

Kenyataannya, apakah benar cadangan beras nasional mencapai 6 juta ton atau hanya tersisa 250.000 ton di akhir tahun 2022 masih menjadi perdebatan. Kritik ini menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi dalam mengelola cadangan beras nasional sebagai instrumen penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis pangan dan kenaikan harga beras.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow