Aksi Empati Tim Kesehatan Polres Gresik Disambut Tangis Haru Keluarga Bayi Mahesa Terselamatkan

16 May 2025 - 16:39
Aksi Empati Tim Kesehatan Polres Gresik Disambut Tangis Haru Keluarga Bayi Mahesa Terselamatkan
Petugas Die Dokkes Polres mendampingi perawatan medis bayi Mahesa di RSUD Ibnu Sina Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Gancung, Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada, Jum'at (16/05/2025).

Tangis keluarga pecah bukan karena duka, melainkan karena mereka merasakan harapan baru yang datang dalam wujud kedatangan tim kesehatan dari Polres Gresik.

Bayi mungil Mahesa Aprillia Salsabilla, lahir pada 20 April 2025 dengan berat 2,5 kg di RSUD Ibnu Sina Gresik, tengah berjuang melawan sakit. Putri pasangan Muh. Dian Arwinda (30), seorang buruh PKL penjual tempe penyet, dan Ulmi Muslihah (26), mengalami demam tinggi disertai diare yang mengarah pada gejala awal dehidrasi.

Kondisi Mahesa yang memburuk, ditambah keterbatasan ekonomi keluarga, membuat orang tuanya bingung untuk mendapatkan pertolongan medis lanjutan. Informasi ini segera sampai ke telinga Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu.

"Tanpa pikir panjang, saya langsung menerjunkan Sie Dokkes Polres Gresik untuk segera turun tangan mengecek kondisi bayi Mahesa," ujar Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu.

Tim kesehatan dari Sie Dokkes Polres Gresik langsung melakukan pemeriksaan awal di rumah bayi. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, Mahesa segera dilarikan ke RSUD Ibnu Sina menggunakan ambulans Polres. 

Di instalasi gawat darurat, Mahesa mendapatkan penanganan intensif berupa pemasangan infus, pemberian obat-obatan, serta observasi ketat. Setelah proses rehidrasi selesai, bayi Mahesa dipindahkan ke ruang NICU dan kini dalam kondisi stabil.

"Saya pastikan seluruh biaya pengobatan akan kami bantu sampai Mahesa benar-benar sembuh. Ini bagian dari komitmen Polri untuk hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai penolong saat masyarakat membutuhkan," tambah AKBP Rovan.

Biaya perawatan Mahesa ditanggung melalui BPJS, namun kehadiran Polres Gresik memberikan bantuan pendampingan dan kemudahan akses medis yang sangat berarti bagi keluarga kecil ini.

"Semoga Mahesa segera pulih dan keluarganya diberi kekuatan menghadapi ujian ini," tutup AKBP Rovan dengan doa tulus.

Aksi empati dan respons cepat dari jajaran Polres Gresik hari ini menjadi bukti nyata bahwa rasa kemanusiaan masih menjadi pijakan utama dalam tugas kepolisian. Kehadiran mereka membawa harapan dan menyelamatkan nyawa kecil yang sangat berarti.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow