Aksi Demo Warga Desa Suci Manyar Gresik Minta Semen Indonesia Kembalikan Pengelolaan Lahan Bekas Tambang
Gresik, (afederasi.com) - Puluhan warga Desa Suci, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di bekas perbukitan Desa Suci area selatan atau kawasan Tlogodowo, Senin (09/09/2024). Dalam aksinya warga menolak pengukuran lahan oleh PT Semen Indonesia yang dikabarkan menggandeng BPN.
Aksi penolakan warga ini, karena dipicu adanya rencana PT Semen Indonesia yang berencana mengelola kembali kawasan tersebut. Padahal, status hak pakai pengelolaan telah berakhir pada November 2023 lalu.
Selain melakukan orasi penolakan, warga juga membentangkan poster penolakan disepanjang kawasan bekas galian. Warga Desa Suci mendesak agar pengelolaan lahan seluas 45 hektar itu dikembalikan ke pihak Desa Suci. Agar bisa dimanfaatkan untuk warga Suci.
Fadlul selaku koordinator aksi mengungkapkan rekomendasi-rekomendasi keinginan-keinginan daripada masyarakat Desa Suci adalah ingin mengelola secara langsung melalui Pemerintah desa Suci tanah yang di mana kita berada ini yang yang notabene dari tahun 1960 dikuasai oleh Semen dikeruk dijadikan bahan baku Semen tanpa ada sumbangsih kepada masyarakat desa Suci, tentu ini sangat memprihatinkan bagi masyarakat.
" Harapan kami adalah bagaimana tanah ini bisa dikelola oleh Pemerintah Desa untuk dijadikan TKD dalam rangka dan di proses untuk kesejahteraan rakyat peningkatan pendapatan di desa dan juga ada banyak sekali rencana-rencana program yang akan diadakan oleh pemerintah bersama masyarakat," beber Fadlul, Senin (9/9/2024).
Diketahui sejak tahun 1960, perbukitan kapur desa Suci atau kawasan Tlogodowo sudah diekspoitasi sedemikian rupa, namun manfaatnya tidak dirasakan setempat.
"Sekarang kalau mau diperpanjang lagi tentu sangat keterlaluan," tandas Fadlul..
Rencana pengukuran lahan bersama BPN, lanjut Fadhlul, hal tersebut melanggar mekanisme Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) perihal hak pakai. Mulai dari tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu, bahkan terkesan dipaksakan.
"Warga Desa bersepakat untuk menolak, tanah ini milik nenek moyang kami," tegas Fadlul.
Pihaknya pun berharap agar pemerintah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan lahan kepada pemerintah desa. Agar dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
Sementara Khoirul Huda, anggota DPRD Gresik dari PPP yang merupakan warga asli Desa Suci meminta warga Desa yang tanahnya ditelantarkan dan menjadi polemik dengan Semen Indonesia ,seperti di Desa Kembangan Giri, Gulomantung dan sekitarnya untuk bersatu.
"Gresik tidak bisa jadi kota baik karena banyak tanah terlantar dikuasai oleh Semen yang tidak diapa-apakan. Ini momentum Bupati bersama-sama warga Suci untuk memperjuangkan bersama terhadap tanah-tanah yang ditelantar,kan " pungkas Khoirul Huda. (frd)
What's Your Reaction?



