Waspada, Knalpot Brong dan ODOL Jadi Incaran Utama Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polres Tulungagung
Tulungagung, (afederasi.com) – Polres Tulungagung mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Operasi kewilayahan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, menegaskan bahwa fokus utama operasi tahun ini adalah menekan angka fatalitas kecelakaan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam berkendara.
Dalam arahannya, Kompol Arie Taufan menyampaikan bahwa pola operasi akan menitikberatkan pada kegiatan edukatif. Dengan komposisi 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum melalui ETLE (Statis dan Mobile) serta teguran simpatik.
"Kami menginstruksikan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan yang humanis. Tujuan kita bukan sekadar memberi sanksi, tetapi bagaimana menumbuhkan disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama," ujar Kompol Arie Taufan Budiman.
Guna memastikan efektivitas operasi, Kompol Arie Taufan membeberkan 10 target pelanggaran yang akan menjadi sasaran prioritas petugas di lapangan, yaitu:
- Penggunaan ponsel saat berkendara.
- Pengemudi di bawah umur.
- Berboncengan lebih dari satu orang (untuk roda dua).
- Tidak menggunakan helm standar (SNI) atau sabuk pengaman (untuk roda empat).
- Berkendara dalam pengaruh alkohol atau narkoba.
- Melawan arus lalu lintas.
- Melebihi batas kecepatan yang ditentukan.
- Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).
- Kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL).
- Dan penggunaan lampu isyarat (strobo) dan sirine yang tidak sesuai peruntukan.
Pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada beberapa ruas jalan yang tercatat sebagai blackspot atau titik rawan kecelakaan, salah satunya di sepanjang Jalan Pahlawan dan Jalan Ki Mangunsarkoro. Berdasarkan data evaluasi, wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat kepadatan arus dan faktor geometri jalan.
"Kami juga memetakan area rawan pelanggaran di pusat keramaian seperti Jalan WR Supratman kawasan Pasar Wage hingga Jalan Kapten Kasihin. Kehadiran petugas di titik-titik tersebut akan ditingkatkan untuk melakukan penjagaan dan pengaturan," tambah Wakapolres.
Menutup keterangannya, Kompol Arie Taufan berharap kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. "Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau warga Tulungagung untuk selalu patuh, bukan karena ada petugas, tapi karena peduli akan keselamatan diri sendiri dan orang lain," pungkasnya. (dn)
What's Your Reaction?



