Warga Terluka saat Perebutan Buceng Lanang dan Buceng Wadon di Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung
Sekretaris Panitia Hari Jadi Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kondisi Lamini stabil meskipun mengalami keseleo dan memar di kaki. Panitia terus memantau perkembangan kondisinya.
Tulungagung, (afederasi.com) - Lamini seorang warga paruh baya dari Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Kota, harus dilarikan ke RSUD dr Iskak setelah mengalami kecelakaan dalam acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-818, Sabtu (18/11/2023).
Hal itu setelah Lamini terjatuh dan terinjak oleh warga lainnya saat mereka berebut buceng lanang dan buceng wadon di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Buceng lanang adalah gunungan tumpeng berisikan nasi kuning dan ingkung ayam Jawa, sedangkan buceng wadon gunungan tumpeng yang berisikan hasil bumi berupa buah dan sayuran.
Dari pantauan afederasi.com, sejumlah warga sudah menunggu dibalik pintu gerbang pendopo ketika kedua buceng hendak diarak ke luar.
Ketika pintu gerbang dibuka oleh petugas Satpol PP, warga langsung meransek ke dalam untuk berebut isian gunungan buceng tersebut.
Dari sisi selatan terdengar rintihan dari Lamini perempuan paruh baya yang mengerang kesakitan, entah mengalami kaki keseleo atau patah.
Warga di sekitar yang tidak mendengar Lamini kesakitan tetap mencoba merebut gunungan tumpeng, beruntung petugas satpol PP mengetahui kejadian tersebut langsung menolong Lamini.
Kemudian, petugas melakukan evakuasi terhadap Lamini untuk segera dibawa ke rumah sakit, guna mendapatkan perawatan medis.
"Niatnya tadi saya mau ikut berebut, namun saya terjatuh, ini sakit kaki saya," ucap Lamini.
Rebutan buceng lanang dan buceng wadon merupakan sebuah tradisi bersih nagari dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.
Menurut warga, kedua buceng ini memberi berkah karena sudah mendapatkan doa.
Salah satu warga Kelurahan Bago, Sabrina yang ikut dalam rebutan buceng mengatakan dirinya baru pertama kali ikut berebut karena rasa penasaran. Diwaktu itu dirinya mendapatkan buah pisang, salak, nanas dan untaian bunga melati.
"Ini dapat buah - buahan, untuk makan bersama. Tadi ikut karena rasa penasaran saja, sebelumnya hanya mendengar cerita jika ada tradisi ini," katanya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Sekretaris Panitia Hari Jadi Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kondisi Lamini stabil meskipun mengalami keseleo dan memar di kaki. Panitia terus memantau perkembangan kondisinya.
"Iya benar tadi ada warga terjatuh. Info dari Dinkes kondisi orangnya baik, hanya keseleo dan memar di kaki. Tapi saya konfirmasi mau dilakukan ronsent biar ada kepastian. Panitia terus memantau perkembangan kondisinya," tutupnya. (dn)
What's Your Reaction?



