Timses Ganjar Sering Kaitkan Prabowo dengan Isu HAM, Pengamat: Kalau Ganjar Jadi Presiden Mau Nggak Penjara Prabowo?

Pengamat politik, Hasan Nasbi, memberikan tanggapan terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus dikaitkan dengan salah satu bakal calon presiden, Prabowo Subianto.

01 Sep 2023 - 09:10
Timses Ganjar Sering Kaitkan Prabowo dengan Isu HAM, Pengamat: Kalau Ganjar Jadi Presiden Mau Nggak Penjara Prabowo?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menhan Prabowo Subianto meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023). [Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden]

afederasi.com - Pengamat politik, Hasan Nasbi, memberikan tanggapan terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus dikaitkan dengan salah satu bakal calon presiden, Prabowo Subianto. Isu ini semakin terangkat, terutama setelah tim pemenangan Ganjar Pranowo mengaitkannya dengan perayaan ulang tahun aktivis prodemokrasi, Wiji Thukul. Tim tersebut mempertanyakan keberadaan Wiji Thukul yang saat itu tengah merayakan ulang tahun ke-59. Hasan Nasbi mencatat pernyataan tersebut yang dikutip melalui kanal Youtube Total Politik, pada Kamis (31/8/2023).

Hasan Nasbi menjelaskan bahwa tim pemenangan Ganjar menggunakan isu ulang tahun Wiji Thukul sebagai bagian dari strategi jelang pemilu. Menurutnya, pendekatan ini dimaksudkan untuk meraih dukungan dalam pemilu yang akan segera berlangsung.

"Hari ini anda (Timses Ganjar) gembar-gemborkan ulang tahunnya Wiji Thukul kan karena besok mau pemilu aja. Anda pakai Wiji Thukul ini buat alat memukul capres lain," katanya.

Hasan Nasbi juga menyoroti tanggapan Prabowo Subianto terkait kasus hilangnya beberapa aktivis. Menurutnya, Prabowo hanya mengakui bertanggung jawab atas penangkapan sembilan aktivis saat itu. Namun, dia menekankan bahwa tanggung jawab atas hilangnya aktivis lainnya tidak dapat dihubungkan dengan Prabowo secara langsung.

"Taruhlah anda mengungkit-ungkit dosa Pak Prabowo mengait-ngaitkan hilangnya beberapa orang dengan Prabowo, yang menurut pengakuan Prabowo dan beberapa jenderal lain. Prabowo hanya bertanggung jawab mengamankan sembilang orang pada saat itu," ujar Hasan Nasbi.

Hasan Nasbi memaparkan bahwa dalam kasus tersebut, tidak hanya Prabowo Subianto yang terlibat. Menurutnya, berbagai jenderal yang terlibat dalam peristiwa tersebut memiliki latar belakang yang beragam, bahkan beberapa di antaranya sudah tergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Kan jenderal pada saat itu bukan cuma Pak Prabowo, jenderal kan banyak. Jenderal-jenderal itu ada di berbagai macam partai sekarang, ada di PDIP juga," ungkapnya.

Hasan Nasbi juga mengajukan pertanyaan terbuka tentang nasib Prabowo Subianto jika Ganjar Pranowo terpilih menjadi presiden. Ia menunjukkan bahwa jika Prabowo benar-benar memiliki tanggung jawab atas kasus tersebut, maka nasibnya menjadi tanda tanya besar.

"Kalau benar ini Pak Prabowo berdosa nih. Saya tanya, Mas Ganjar kalau terpilih jadi presiden mau diapain Pak Prabowo? Mau disorak-sorakin doang atau melakukan sesuatu nggak," tanyanya.

Hasan Nasbi menambahkan bahwa pertanyaan tersebut diarahkan kepada tim pemenangan Ganjar yang kerap membidik Prabowo Subianto. Ia menganggap pertanyaan tersebut merupakan refleksi dari tuduhan yang dilontarkan oleh tim tersebut. "Ini pertanyan nih untuk aktivis-aktivis goyang dombret ini. Kalau hari ini Anda menuduh-nuduh itu macam-macam," ungkapnya.

Dengan berbagai pendekatan dan tanggapan yang diberikan oleh Pengamat politik Hasan Nasbi, isu yang melibatkan Timses Ganjar, Prabowo Subianto, dan peristiwa hilangnya aktivis menjadi sorotan dalam konteks menjelang pemilu 2023.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow