Tekan Angka Kecelakaan, Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Selama 14 Hari

02 Feb 2026 - 13:32
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Selama 14 Hari
Wakapolres Kompol Herlinarto saat menyematkan pita tanda Operasi Keselamatan Semeru 2026 resmi dimulai (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Guna memupuk disiplin berkendara dan menekan fatalitas kecelakaan di jalan raya, Polres Trenggalek secara resmi memulai Operasi Keselamatan Semeru 2026. Agenda besar ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Trenggalek pada Senin (2/2/2026), yang ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan.

Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, mewakili Kapolres AKBP Ridwan Maliki, menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremoni rutin. Langkah ini merupakan instrumen strategis untuk memastikan kesiapan seluruh komponen di lapangan.

"Momentum ini adalah final check untuk memastikan personel, sarana prasarana, hingga sinergitas lintas sektoral benar-benar solid sebelum terjun ke lapangan," ujar Kompol Herlinarto.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari—terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026—ini dilatarbelakangi oleh korelasi kuat antara rendahnya kepatuhan aturan dengan tingginya angka kecelakaan. Dengan mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat", operasi ini juga diproyeksikan sebagai langkah cooling system menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 (Idul Fitri 1447 H).

Dalam operasi kali ini, Polres Trenggalek mengerahkan sedikitnya 60 personel gabungan yang terbagi dalam lima Satuan Tugas (Satgas), Lidik, Preemtif, Preventif, Gakkum, dan Banops. Adapun skema penindakan dilakukan dengan komposisi 40 persen kegiatan preemtif (himbauan dan edukasi), 40 persen kegiatan preventif (pencegahan) dan 20 persen penegakan hukum (melalui etle dan teguran simpatik). 

Beberapa titik krusial yang menjadi fokus pantauan meliputi kawasan wisata serta pusat keramaian seperti Alun-alun, Pasar Pon, Taman Kota, hingga kawasan Huko yang dinilai rawan pelanggaran.

Selain menertibkan lalu lintas, Kompol Herlinarto juga menginstruksikan anggotanya untuk melakukan ramp check (pemeriksaan kelaikan kendaraan) dan tes kesehatan bagi pengemudi. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat mengganggu mobilitas warga.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas. Tujuannya satu: meminimalisir segala potensi gangguan keamanan dan keselamatan berlalu lintas sejak dini," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow