Tegang dengan China, Jepang Cari Sisa Korban PD II di Okinawa

Pada tahun 1945, kepulauan Okinawa di Jepang menjadi saksi pertempuran darat paling berdarah dalam sejarah Pasifik ketika Amerika melakukan invasi.

04 Sep 2023 - 10:11
Tegang dengan China, Jepang Cari Sisa Korban PD II di Okinawa
Pasukan bela diri Jepang (JGSDF) melakukan upacara bendera di Okinawa, Jepang (foto: ilustrasi).

Okinawa, (afederasi.com) - Pada tahun 1945, kepulauan Okinawa di Jepang menjadi saksi pertempuran darat paling berdarah dalam sejarah Pasifik ketika Amerika melakukan invasi. Hari ini, seorang pria yang telah bertahun-tahun mencari sisa-sisa korban perang Okinawa merasa khawatir bahwa pulau itu akan kembali rentan dalam ketegangan antara China dan Amerika, yang telah menempatkan sekitar 30.000 tentara di wilayah tersebut.

Gua-gua yang tersembunyi dalam hutan Okinawa menjadi saksi bisu dari tragedi Perang Dunia II, menyimpan sisa-sisa ribuan warga sipil dan tentara yang tewas dalam pertempuran itu. Selama puluhan tahun, tulang-tulang itu tidak pernah diganggu, sementara Jepang mencoba melupakan masa lalu perangnya.

Gushiken Takamatsu, seorang penduduk asli Okinawa, merasa ini adalah hal yang memalukan bagi negaranya. Dia membentuk organisasi Gamafuya, yang terdiri dari sekelompok sukarelawan yang dengan tekun mencari dan mengidentifikasi sisa-sisa korban perang, dengan harapan bisa menyatukan mereka dengan keluarga yang masih hidup.

Dalam pencariannya selama 40 tahun, Takamatsu telah menemukan sisa-sisa lebih dari 700 jasad. Meskipun pemerintah Jepang tidak memberikan bantuan finansial, dia terus berjuang untuk menyampaikan pesan penting ini.

Sementara Amerika dan Jepang menjadi sekutu dekat, kepulauan Okinawa kini menampung hampir 30.000 tentara Amerika. Sebuah pangkalan militer baru Amerika sedang dibangun di pantai timur pulau utama, sebagian tanahnya diperoleh dari Okinawa selatan, tempat pasukan Amerika mendarat pada tahun 1945. Pihak berwenang setempat bersikeras bahwa tanah harus disaring sebelum digali, mengingat kemungkinan mengandung sisa-sisa jasad tentara Jepang dan Amerika.

Takamatsu merasa bahwa tindakan ini adalah penghinaan terhadap orang yang telah meninggal. Sementara ketegangan regional meningkat, terutama terkait dengan China dan Korea Utara, keprihatinannya adalah bahwa kepulauan ini yang sangat militer akan kembali menjadi pusat konflik.

Dalam upayanya menjelajahi gua-gua dan menutup luka masa lalu Okinawa, Takamatsu juga ingin menyuarakan pesan anti-perang saat bahaya konflik semakin mendekat ke wilayah tersebut. (mg-1/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow