Strategi Tingkatkan Mutu Pemuda, Kelurahan Banjarsengon Gelar Pelatihan Barista
Kelurahan Banjarsengon, menggelar pelatihan Barista (Orang yang ber profesi menyajikan minuman) kususnya minuman beragam jenis kopi, Pada Kamis (06/7/2023) di Pendopo Kelurahan Banjarsengon.
Jember, (afederasi.com) - Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember Jawa Timur, terus melakukan trobosan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kepada warga masyarakat.
Seperti, yang dilakukan Kelurahan Banjarsengon, menggelar pelatihan Barista (Orang yang ber profesi menyajikan minuman) kususnya minuman beragam jenis kopi, Pada Kamis (06/7/2023) di Pendopo Kelurahan Banjarsengon.
Seperti diketahui, semakin maraknya kedai kopi yang dibangun saat ini, menunjukkan tren minuman kopi semakin digandrungi oleh masyarakat di Indonesia. Selain menunjukkan angka konsumsi kopi, maraknya kedai kopi juga menjadikan profesi barista sebagai pekerjaan yang banyak diminati oleh kawula muda.
Pekerjaan sebagai seorang barista dianggap sangat pas bagi pecinta minuman kopi yang ingin bekerja sesuai passion. Selain dapat meracik berbagai minuman kopi, bekerja sebagai seorang barista juga menyenangkan karena dapat bertemu dan melayani pelanggan dengan berbagai latar belakang.
Seperti yang diungkapkan Nanang Suwono, Lurah Banjarsengon, bahwa pihaknya menyasar pemuda pemudi milenial untuk berinovasi mengembangkan bakat di bidang per kopian.
"Kelurahan Banjarsengon mengadakan pelatihan barista untuk para pemuda. Biar pemuda itu bisa berinovasi dan berkembang dengan baik, mempunyai skill tentang ilmu barista, dengan begitu pemuda tersebut bisa lebih produktif, " ujar Nanang.
Menurut, Nanang Suwono, Wilayah Kelurahan Banjarsengon bisa dikatakan salah satu wilayah pegunungan penghasil kopi terbaik di kabupaten Jember.
Sesuai geografi Kelurahan Banjarsengon memang wilayah pegunungan, perkebunan kopi menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.
Oleh sebab itu, ia berinisiatif menggandeng stakeholder yang ada untuk berkolaborasi guna memikirkan bagaimana kemajuan pola pikir para kawula pemuda terhadap mengembangan ekonomi.
Kebetulan di Banjarsengon sudah ada rumah kopi, komunitas kopi, akhirnya kita berkerjasama dan juga disupport dari Dinas Pertanian. Mereka membimbing bagaimana meracik keahlian menyajikan kopi dengan baik dan benar.
"Dengan begitu, akan tercapai kesuksesan peningkatan usaha mandiri yang diharapkan, "jelasnya.
Nanang Suwono berharap, kedepan pemuda Banjarsengon lebih banyak lagi yang tertarik dengan profesi sebagai barista.
"Harapan saya, kedepan akan tumbuh barista baru yang bisa membawa nama baik Kelurahan Banjarsengon sebagai icon rumah kopi, "katanya.
Sementara itu, Agustina Purwijaya Ningrum penyuluh Dinas Pertanian Kecamatan Patrang menyatakan, bahwa kegiatan pelatihan itu bukan hanya fokus tentang barista saja, tapi lebih daripada itu.
Ini judulnya latihan barista, cuman dalam prateknya adalah mengajarkan bahwa untuk menghasilkan kopi yang bagus itu harus dimulai dari hulu dan hilir, " kata Ningrum sapaan akrab penyuluh pertanian Kecamatan Patrang.
Jadi harus tahu jenis tanamannya, tahu pasca panen biji kopinya, bagaimana kondisi biji kopi yang bagus, dengan begitu akan terpilih biji kopi yang bagus dan layak untuk disajikan.
Ningrum menekankan, pemuda itu harus kreatif, pandai mengambil peluang tidak hanya diam dan memanfaatkan yang ada.
"Pemuda milenial, diharapkan tidak hanya menjadi penikmat kopi beli di cafe saja cukup, tapi bagaimana mereka bisa mengolah sumberdaya yang ada di sekitarnya menjadi potensi ekonomi, "harapnya.
Melany Silfiah, salah satu peserta mengungkapkan kegembiraan, karena bisa ikut pelatihan barista yang di adakan di kelurahan.
"Saya senang, karena bisa mengikuti pelatihan barista di kelurahan Banjarsengon, mudah mudahan bermanfaat, " kata Melany.
Dengan mengikuti pelatihan tersebut, ia berharap. Bisa menjadi barista yang handal, "ingin menjadi barista yang baik dan profesional, "jelasnya.
Hal yang sama di katakan Mohammad Alfan Riski, ia bergembira bisa ikut serta dalam pelatihan barista itu.
"Senang, gembira bisa ikut pelatihan itu, karena tambah pengetahuan pembuatan kopi yang baik dan benar, "kata Alfan.
Alfan menambahkan, bahwa diakuinya dia suka kopi dari dulu. Namun, kata Alfan, ia belum tahu bagaimana caranya menyajikan kopi yang benar. Dan berharap kedepan menjadi barista yang terkenal dan baik.
"Dengan adanya pelatihan itu. Ia berharap, suatu saat menjadi barista yang baik dan profesional, "pungkasnya. (gung)
What's Your Reaction?



