Stabilisasi Harga, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah
Tulungagung, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar gerakan pangan murah di Desa Tugu, Kecamatan Sendang, Selasa (20/8/2024), sebagai upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini juga disertai penyaluran bantuan pangan kepada ratusan warga.
Dalam gerakan pangan murah ini, beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Misalnya, beras SPHP dijual Rp11.400/kilogram, minyak goreng Rp15.000/liter, aneka sayuran Rp5.000/kilogram, gula pasir Rp15.000/kilogram, dan cabai rawit Rp40.000/kilogram, cabai keriting dan cabai besar Rp30.000/kilogram, telur Rp24.000/kilogram, bawang merah Rp17.000/kilogram serta bawang putih Rp32.000/kilogram.
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk menjaga stabilitas inflasi, terutama di sektor pangan.
"Sebanyak 94.427 penerima bantuan tercatat di Tulungagung, dan di Desa Tugu ini, kami menyalurkan bantuan beras kepada 511 penerima," ujar Heru.
Menurutnya, harga beras yang sempat melonjak kini mulai turun setelah adanya gerakan pangan murah dan distribusi bantuan. "Harga beras di pasaran kini turun menjadi Rp12.450/kg, di bawah HET Rp12.500/kg untuk jenis beras medium," jelasnya.
Harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp60.000/kilogram kini juga mulai turun menjadi Rp40.000/kilogram, berkat upaya pemkab melalui gerakan pangan murah ini. Heru menambahkan, gerakan ini digelar di seluruh kecamatan di Tulungagung, dengan frekuensi setiap dua bulan sekali.
Meskipun pemerintah mengurangi kuantitas bantuan dari 10 kilogram menjadi 5 kilogram, Heru optimis gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan ini mampu menstabilkan harga pangan di Tulungagung. "Kualitas bantuan tetap terjaga, dan dengan adanya lahan panen yang melimpah, inflasi pun dapat ditekan," tutupnya. (dn)
What's Your Reaction?



