Sekjen PBB: Tak Banyak Waktu untuk Cegah Krisis Iklim

Sekjen PBB Antonio Guterres menyoroti urgensi permasalahan krisis iklim pada pertemuan puncak para pemimpin dunia tentang perubahan iklim, Rabu (20/9).

21 Sep 2023 - 11:33
Sekjen PBB: Tak Banyak Waktu untuk Cegah Krisis Iklim
Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York.

New York, (afederasi.com) - Sekjen PBB Antonio Guterres menyoroti urgensi permasalahan krisis iklim pada pertemuan puncak para pemimpin dunia tentang perubahan iklim, Rabu (20/9). Dalam peringatannya, Guterres mengingatkan bahwa waktu untuk mencegah bencana lingkungan semakin menipis, memanggil para pemimpin dunia untuk bertindak segera.

Pada simposium Sidang Umum di markas besar PBB di New York, Guterres menyatakan perlunya menebus waktu yang telah terbuang akibat sikap malas, ketidaktertarikan, dan keserakahan terhadap kepentingan-kepentingan yang terkait dengan bahan bakar fosil. Guterres menekankan bahwa tindakan kolektif perlu diambil untuk menghadapi akar permasalahan ini.

Di sesi pembukaan simposium, Guterres menyoroti pentingnya keberlanjutan melalui pidatonya. Para kepala negara dari 34 negara, termasuk negara-negara yang terancam kenaikan permukaan laut seperti Tuvalu, akan membahas isu ini. Brazil, yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup, juga akan ikut serta dalam pembicaraan penting ini.

Meskipun Amerika dan China, dua negara penghasil polusi terbesar, tidak masuk dalam daftar pembicara, para utusan khusus seperti John Kerry dari Amerika hadir. Hanya negara-negara yang berkomitmen untuk mengurangi emisi yang diundang untuk berbicara. Hal ini mencerminkan kesadaran akan perlunya tindakan nyata dalam mengatasi perubahan iklim.

Guterres menegaskan bahwa dampak terberat dari perubahan iklim terutama dirasakan oleh negara-negara berkembang, sementara negara maju juga harus bertanggung jawab atas situasi ini. Ia membangkitkan harapan bahwa pertemuan puncak iklim akan mendorong negara-negara kaya dan perusahaan untuk mencapai target emisi nol bersih PBB pada tahun 2050.

Sebuah laporan PBB yang dirilis awal bulan ini memperkirakan kenaikan suhu global mencapai 1,5 derajat Celcius di atas rata-rata praindustri dalam dekade berikutnya. Kenaikan ini dianggap sebagai titik kritis dalam upaya mengatasi perubahan iklim, mempertegas urgensi tindakan global yang segera dan komprehensif. (mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow