Ragam Dugaan Penyebab Muntaber Massal Ratusan Santriwati di Bondowoso

Ratusan santriwati Ponpes Kauman, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso mengalami gejala mual, muntah dan berak (muntaber) massal.

04 Jul 2023 - 16:34
Ragam Dugaan Penyebab Muntaber Massal Ratusan Santriwati di Bondowoso
Kondisi santriwati Ponpes Kauman Bondowoso sebelum dievakuasi ke faskes menggunakan ambulans, Selasa (4/7/2023) sore. (Deni Ahmad Wijaya/Afederasi.com)

Bondowoso, (afederasi.com) - Ratusan santriwati Ponpes Kauman, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso mengalami gejala mual, muntah dan berak (muntaber) massal pada Selasa (4/7/2023).

Mereka yang muntaber ini dievakuasi ke 11 fasilitas kesehatan (faskes). Rinciannya 3 rumah sakit, 7 puskesmas dan 1 posko ponpes Kauman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Afederasi di lapangan, sejumlah santriwati Ponpes Kauman yang berada di blok Alhasani Alathifi tampak lemas sebelum dievakuasi menggunakan ambulans.

Beberapa diantaranya menangis sesenggukan sembari mencengkram bagian perutnya.

Ada pula yang hanya mengangguk lunglai ketika diajak bicara teman di sampingnya.

Eris, seorang santriwati yang bergejala muntaber sempat menceritakan jika dirinya merasa sakit perut sejak dini hari.

"Sakit perut sebelum subuh. Sehabis minum air putih," akunya pada Afederasi.

Akan tetapi penanganan pada santriwati secara serentak dilaksanakan Selasa (4/7/2023) siang sekira pukul 09.30 WIB ketika semakin banyak korban mengalami gejala serupa.

Tuhu Suryono, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 102 santriwati yang bergejala muntaber.

"Dari jumlah itu, santriwati yang rawat inap 61 dan yang rawat jalan 41 orang," sebut Tuhu.

Pihaknya menduga gejala muntaber ini disebabkan serangan bakteri pada sistem pencernaan santriwati.

"Bisa dari makanan yang dikonsumsi para santri. Kalau melihat banyaknya korban, mungkin disebabkan dari makanan yang diproduksi di dalam (dapur ponpes)," kata Tuhu.

Wildan, santriwati bagian dapur ponpes menyebut, asupan makanan santriwati maupun santri putra diproduksi dari satu dapur.

"Setiap hari 2 kali makan. Jam 9 pagi dan jam 3 sore," tutur Wildan.

Ia berpendapat, gejala muntaber yang diderita santriwati bukan karena makanan yang diproduksi di dapur ponpes, sebab nihil korban dari santri putra.

"Mungkin dari kantin atau karena jajan gorengan. Para santri putri terbiasa jajan gorengan pedas jam 2 siang dan jam 7 malam. Sehari 2 kali," paparnya.

Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Joko Santoso memimpin sejumlah personel untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihaknya terlihat menggali keterangan sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti. (Den)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow