Pukul Siswanya, Waka Kesiswaan SMK 1 Tulungagung Bakal Dipindah Tugaskan

Pukul Siswanya, Waka Kesiswaan SMK 1 Tulungagung Bakal Dipindah Tugaskan
Kasek SMKN 1 Tulungagung Muhari ketika dikonfirmasi awak media, (rizki /afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Tulungagung merekomendasikan Waka Kesiswaan SMKN 1 Tulungagung, untuk dipindah tugaskan. Hal ini pasca viralnya video pemukulan menggunakan kayu kepada siswanya, yang dilakukan oleh Waka Kesiswaan pada Kamis (6/10/2022) lalu. 

Kepsek SMKN 1 Tulungagung, Muhari menjelaskan jika perbuatan Yudi selaku Waka Kesiswaan yang melakukan pemukulan terhadap siswanya menggunakan kayu, dan sempat terekam dan videonya viral tersebut. Menurutnya kejadian tersebut sebenarnya terjadi secara insidental dan spontanitas. 

Kejadian tersebut terjadi usai adanya laga pertandingan bola voli antar sekolahan yang mana lokasinya berada di SMKN 1 Tulungagung. Namun untuk team dari SMK Tulungagung tidak lolos dalam pertandingan tersebut hingga ke final. 

Ketika dalam sebuah pertandingan ada siswa yang meluapkan suaranya dengan lantang, dari situ Waka Kesiswaan kemudian membawa siswa tersebut masuk ke dalam ruangan, dan secara spontanitas melakukan pemukulan. 

"Kejadian pemukulan yang terekam video hingga viral itu terjadi secara spontanitas," jelas Muhari, Senin (10/10/2022).

Usai kejadian tersebut ada siswa yang berinisiatif untuk menyampaikan aspirasinya kepada guru pada Kamis malamnya, dan Jumat (7/10/2022) sekitar pukul 08.30 WIB, unjuk rasa berlangsung. 

" Unjuk rasa tersebut untuk menuntut atas perbuatan Waka Kesiswaan kepada siswanya tersebut," katanya. 

Muhari menambahkan, adapun tuntutan dari sebagian siswa yang melakukan aksi tersebut adalah Waka Kesiswaan yaitu Yudi untuk diberhentikan dan siswa meminta agar Waka Kesiswaan meminta maaf secara terbuka. 

Atas tuntutan tersebut pihak sekolah melakukan rapat, dan sepakat untuk merekomendasikan Yudi di tempatkan di tempat lain. 

"Pihak sekolah sendiri memutuskan untuk merekomendasikan ke Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk dipindah tugaskan di tempat lain karena yang berwenang memindahkan bukan pihak sekolah," ungkapnya. 

Disinggung apakah hal tersebut sudah dilakukan, Muhari menjelaskan untuk hal tersebut sudah tersampaikan secara lisan saja, dan selanjutnya akan dilakukan proses sesuai prosedur. 

Usai tuntutan siswa tersebut dipenuhi siswa kembali melakukan belajar mengajar seperti biasa. 

"Kegiatan KBM sudah normal kembali," pungkasnya.(riz/dn)