Polres Trenggalek Gelar Pelatihan Dalmas, Siapkan Personel Tangguh Hadapi Aksi Massa

30 Apr 2025 - 21:53
Polres Trenggalek Gelar Pelatihan Dalmas, Siapkan Personel Tangguh Hadapi Aksi Massa
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki ketika buka pelatihan Dalmas (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Trenggalek menggelar pelatihan peningkatan kemampuan pengendalian massa (Dalmas), Rabu (30/4/2025). Pelatihan yang digelar di halaman Mapolres ini diikuti oleh 110 personel dari berbagai satuan fungsi hingga jajaran Polsek.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya strategis Polres Trenggalek untuk membekali anggotanya dengan keterampilan taktis dalam menangani unjuk rasa dan situasi darurat lainnya secara profesional dan terukur.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguasaan teknik Dalmas oleh seluruh anggota. Ia mengingatkan bahwa kemampuan pengendalian massa bukan sekadar rutinitas pelatihan, tetapi merupakan bagian dari kompetensi wajib bagi setiap personel kepolisian.

“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Ini tentang kesiapan menghadapi realitas di lapangan. Saya minta seluruh peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh, pahami arahan instruktur, dan kuasai setiap tahapan yang dilatihkan,” tegasnya.

Materi yang diberikan meliputi formasi Dalmas awal, kompi tangan terkait, bongkar pasang perlengkapan, hingga lintas ganti dengan Dalmas lanjut. Tak hanya itu, peserta juga dilatih dalam teknik pergerakan desak maju, dorong maju, sikap perlindungan, penyelamatan korban saat unjuk rasa, serta formasi bersaf maju.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi konsolidasi dan evaluasi pergerakan, guna memastikan setiap kesalahan teknis dapat diperbaiki sebelum diterapkan di lapangan.

Menariknya, dalam pelatihan ini juga disiapkan tim negosiator yang terdiri dari personel Satbinmas dan Polwan. Tim ini dibentuk untuk menjadi penghubung komunikasi antara massa aksi dengan aparat, guna meredam potensi eskalasi konflik.

AKBP Ridwan juga menegaskan pentingnya memahami aturan main dalam penggunaan kekuatan. “Ada kondisi tertentu yang mengharuskan penggunaan kekuatan secara terukur. Maka, setiap personel wajib memahami SOP dengan detail,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar personel tidak lengah atau meremehkan potensi gangguan di wilayah Trenggalek. “Kita harus selalu siap, baik pengetahuan, keterampilan maupun mental. Simulasi ini dirancang seperti kondisi riil agar anggota tidak panik dan tahu persis apa yang harus dilakukan saat dihadapkan pada situasi sebenarnya,” pungkasnya.

Dengan pelatihan intensif ini, Polres Trenggalek berharap seluruh anggotanya mampu menjadi garda terdepan yang sigap, profesional, dan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(pb/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow