Polisi Selidiki Kasus Pencurian dan Vandalisme di Area Wisata Goa Jegles Kediri
Kediri, (afederasi.com) - Jajaran Kepolisian dari Polsek Kepung tengah menyelidiki dugaan pencurian barang, pengerusakan serta aksi vandalisme fasilitas wisata di Goa Jegles Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Aksi itu dilaporkan pada Kamis, (2/3/2023) kemarin dengan sejumlah fasilitas seperti toilet, warung, tempat foto dan gazebo rusak akibat perusakan.
Tak hanya itu, tercatat barang yang hilang di wisata Goa Jegles tersebut seperti satu buah alat cor semen atau molen, dua alcon, dua kompresor, dua mesin pencukur rumput dan enam bak mandi.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan kebenaran atas kejadian tersebut," kata Kapolsek Kepung Iptu Sarwo Edi, saat dikonfirmasi, Sabtu (4/3/2023).
Iptu Sarwo Edi menyampaikan, peristiwa pencurian dan pengrusakan ini diduga dipicu saat adanya pemilihan Kepala Desa. Dimana dalam desa tersebut terdapat dua calon yang maju dalam proses pilkades serentak tahun 2022 kemarin.
Terbaru, menjelang pelantikan Kepala Desa terjadi adanya pengerusakan dan coret-coretan di dinding kamar mandi. Iptu Sarwo Edi mengaku mendapatkan informasi adanya pencurian terkait barang dan pengerusakan di wisata Goa Jegles dari masyarakat.
"Yang terbaru kita mendapatkan informasi ada pengerusakan dan coret-coretan di dinding kamar mandi tempat wisata," terangnya.
Sarwo Edi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari kebenarannya.
"Tentunya kita akan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap motif kasus tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu perintis wisata Goa Jegles, Rofi'i Lukman menuturkan kejadian tersebut memang ramai lantaran menjelang pelantikan 57 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kediri yang terpilih saat Pilkades pada bulan 9 Desember 2022 lalu.
"Kita sudah merintis membangun tempat wisata Goa Jegles berjalan kurang lebih tiga tahun. Tentunya kami sesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," tutur Rofi'i.
Atas kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Polsek Kepung atas nama kepala desa dari hasil keluh kesah Pokdarwis. Selain itu, ia juga membawa bukti-bukti berupa dokumen foto atas pengrusakan dan sebagaiannya termasuk barang hilang di wisata.
"Sudah kita laporkan," jelasnya.
Dari kejadian itu, Rofi'i menduga pelaku yang terlibat lebih dari satu orang. Mengingat barang yang dicuri dan cara pengrusakan terdapat banyak jejak dan tidak mungkin hanya dilakukan sendiri. Meski begitu, ia tak mau berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Diduga pelakunya lebih dari satu orang karena saya lihat di lokasi ada jejak kaki mungkin seperti dari kalangan pemuda dan bukan dari anak-anak atau orang tua," tutupnya. (sya/dn)
What's Your Reaction?



