Setahun Lebih Lumpuh, Jembatan Junjung Tulungagung Bakal Dibangun Ulang Usai Lebaran 2026

20 Jan 2026 - 20:33
Setahun Lebih Lumpuh, Jembatan Junjung Tulungagung Bakal Dibangun Ulang Usai Lebaran 2026
Warga ketika melihat jembatan di desanya yang tak kunjung diperbaiki (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Penantian panjang warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, terkait kepastian akses jembatan mereka yang putus segera berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memastikan proyek pembangunan ulang Jembatan Junjung akan segera dieksekusi pada tahun anggaran 2026 ini.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab telah menyiapkan dana segar sebesar Rp 7,5 miliar yang bersumber dari APBD murni untuk mengganti jembatan yang telah rusak selama lebih dari setahun tersebut dengan konstruksi yang jauh lebih modern dan kokoh.

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmad Rifa’i Sodik, memaparkan bahwa jembatan baru ini tidak akan lagi menggunakan desain lama. Belajar dari kerusakan sebelumnya, pihak PUPR akan menerapkan sistem balok gerber.

"Konstruksinya diubah total. Nantinya jembatan tidak akan menggunakan pilar fondasi di tengah sungai. Fondasi akan bertumpu di kedua sisi sungai (kanan dan kiri), mirip dengan konstruksi jembatan pada jalan tol," jelas Sodik, Selasa (20/1/2026).

Metode ini dipilih untuk meminimalisir risiko abrasi atau pengikisan fondasi akibat arus sungai yang deras serta tumpukan sampah alami yang sering kali menjadi penyebab utama kerusakan jembatan di wilayah tersebut.

Meski anggaran total infrastruktur Tulungagung tahun 2026 mencapai Rp 300 miliar, Jembatan Junjung menjadi salah satu prioritas utama. Namun, masyarakat diminta sedikit bersabar untuk proses pengerjaan fisiknya.

Sodik menjelaskan bahwa saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pengadaan (lelang). "Tahapan sudah dimulai awal tahun ini, namun pengerjaan fisik di lapangan diperkirakan baru berjalan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026," tambahnya.

Sebagai informasi, Jembatan Junjung mengalami kerusakan fatal pada pertengahan Desember 2024. Saat itu, fondasi jembatan ambles diterjang arus sungai yang membawa material eceng gondok, menyebabkan lantai jembatan patah di bagian tengah dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Upaya perbaikan sejatinya telah dilakukan pada tahun 2025 melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur dengan rencana pemasangan jembatan bailey. Sayangnya, rencana tersebut kandas akibat adanya refocusing anggaran. Begitu pula dengan wacana bantuan dana dari BNPB yang tidak kunjung terealisasi hingga akhir 2025.

Kini, dengan kepastian anggaran Rp 7,5 miliar dari APBD 2026, harapan masyarakat untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman dan nyaman akhirnya segera terwujud.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow