Polda Metro Jaya Periksa Juru Bicara TPN Ganjar Terkait Kasus Netralitas Polri
Pada Jumat (1/12/2023), Polda Metro Jaya akan memeriksa Aiman Witjaksono, juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, terkait dugaan ketidaknetralan Polri dalam Pemilu 2024.
Jakarta, (afederasi.com) - Polda Metro Jaya akan memeriksa Aiman Witjaksono, juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, terkait dugaan ketidaknetralan Polri dalam Pemilu 2024, pada Jumat (1/12/2023),.
Aiman telah menerima surat panggilan pada Selasa (28/11/2023) malam dan mengaku akan kooperatif dalam klarifikasi tersebut.
"Pemanggilan kepada saya dari Polda Metro Jaya untuk klarifikasi itu disampaikan 28 November tadi malam ke rumah saya," ungkap Aiman kepada wartawan seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com pada Rabu (29/11/2023).
Aiman menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada Biro Hukum TPN Ganjar-Mahfud.
"Saya serahkan sepenuhnya ke Biro Hukum TPN Ganjar Mahfud," tegasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima enam laporan polisi terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh Aiman. Laporan-laporan ini datang dari Front Pemuda Jaga Pemilu, Aliansi Masyarakat Sipil Indonesia, Jaringan Aktivis MUDA Indonesia, Aliansi Gerakan Pengawal Demokrasi, Barisan Mahasiswa Jakarta, dan Garda Pemilu Damai.
"Kasus tersebut sedang dalam penanganan penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.
Direktur Penegakan Hukum dan Advokasi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Ifdhal Kasim, mengomentari kasus ini. Ifdhal menyoroti bagaimana isu politik kini dijadikan ranah hukum dengan dalih pengaduan.
"Belakangan ini terlihat sekali bagaimana isu yang sebenarnya di ranah politik, diseret menjadi hukum dengan berbagai dalih pengaduan," ujar Ifdhal di Media Center Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/11/2023).
Ifdhal menambahkan bahwa pihaknya melihat hukum menjadi alat dan senjata untuk memukul lawan politik, dan ia menekankan pentingnya netralitas aparat penegak hukum dalam periode kontestasi politik saat ini.(mg-2/jae)
What's Your Reaction?



