Pj Bupati Heru Soroti Ketidakhadiran Delapan Pejabat di Kegiatan Tes Urine

Pemeriksaan urine ini merupakan upaya Pemkab untuk mencegah peredaran narkotika di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

14 Jun 2024 - 14:17
Pj Bupati Heru Soroti Ketidakhadiran Delapan Pejabat di Kegiatan Tes Urine
Pemkab Tulungagung besama dengan BNNK Tulungagung lakukan pendeteksian dini penyalahgunaan narkoba melalui pemeriksaan urine terhadap jajaran kepala OPD dan Camat (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Sebanyak delapan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tidak hadir dalam pelaksanaan tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Jumat (14/6/2024).

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan urine ini merupakan upaya Pemkab untuk mencegah peredaran narkotika di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil setelah beberapa waktu lalu dua ASN tertangkap menyalahgunakan narkotika di Surabaya.

"Ini adalah upaya kita untuk mencegah peredaran narkotika di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung," jelas Heru.

Sebanyak 73 pejabat OPD dan Camat diundang dalam kegiatan ini, namun delapan pejabat tidak hadir dengan alasan izin. Heru menegaskan bahwa mereka yang tidak hadir akan diperintahkan menghadap ke Sekda dan melakukan tes urine di kantor BNN Tulungagung dengan pengawasan petugas.

"Kami akan perintahkan yang tidak hadir untuk menghadap Sekda dan melakukan tes urine di kantor BNN Tulungagung dengan pengawasan petugas BNN," ujar Heru.

Heru juga menyatakan bahwa kegiatan pendeteksian dini penggunaan narkotika ini telah lama direncanakan dan setiap tahun digelar. Namun, penangkapan dua ASN yang menyalahgunakan narkotika mempercepat pelaksanaan kegiatan ini.

"Sebenarnya ini sudah direncanakan lama bersama BNN, tetapi karena masalah waktu dan pembiayaan dari Bakesbangpol, kegiatan baru bisa dilakukan sekarang," jelasnya.

Jika hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya ASN yang positif, akan dilakukan assessment terlebih dahulu untuk memastikan apakah hasil tersebut disebabkan oleh konsumsi obat tertentu.

"Jika ada hasil positif, akan dilakukan assessment terlebih dahulu untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengonsumsi obat atau tidak," tambahnya.

Heru menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen khususnya bagi perangkat daerah, mulai dari Kepala OPD hingga Camat se-Tulungagung. Ke depan, penandatanganan pakta integritas akan melibatkan seluruh staf di lingkup OPD.

"Saya berharap pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan terhadap Kepala OPD, tetapi juga para staf di masing-masing perangkat daerah," imbuhnya.

Kepala BNN Tulungagung, Rose Iptriwulandhani, mengapresiasi respons positif Pemkab Tulungagung terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan inisiasi Pemkab dalam melaksanakan pakta integritas anti narkoba.

"Harapannya, kita harus membangun komitmen terlebih dahulu dari seluruh jajaran pejabat untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba," jelas Rose.

Rose menambahkan bahwa langkah ini merupakan antisipasi preventif sebagai bentuk kepedulian Pemkab. Oleh karena itu, Pemkab Tulungagung bersama BNNK melakukan penandatanganan pakta integritas anti narkoba sekaligus deteksi dini melalui tes urine.

"Ini adalah bentuk komitmen Pemkab dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba," pungkasnya. (dn)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow