Pilkada Tulungagung Memanas, Mundurnya Susilowati Picu Rapat Darurat dan Pergeseran Dukungan di PDIP

29 Aug 2024 - 13:56
Pilkada Tulungagung Memanas, Mundurnya Susilowati Picu Rapat Darurat dan Pergeseran Dukungan di PDIP
Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan, Bondan Djumani (kiri) dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Sodik Purnomo (kanan) ketika dikonfirmasi awak media (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Suhu politik di Tulungagung semakin memanas setelah pengunduran diri Susilowati dari jabatannya sebagai Ketua DPC dan anggota PDI Perjuangan.

Langkah ini memicu respons cepat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, yang langsung menggelar rapat cabang konsolidasi partai untuk menyusun langkah strategis ke depan, Kamis (29/8/2024). 

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan, Bondan Djumani, mengonfirmasi bahwa konsolidasi ini merupakan langkah awal dalam menghadapi situasi yang semakin dinamis.

"Kami telah mengadakan rapat cabang konsolidasi setelah pengunduran diri Susilowati," ujarnya. Rapat tersebut nantinya akan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Langkah Susilowati yang memilih meninggalkan PDIP untuk maju sebagai bakal calon Wakil Bupati dari PKB bersama Budi Setiyadi, dianggap sebagai pilihan pribadi yang dihormati oleh DPC.

"Kami sebagai pengurus DPC menghormati hak setiap kader. Namun, kami tetap solid dan berkomitmen mengawal keputusan partai untuk memenangkan pasangan Mardinoto," tegas Bondan.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Sodik Purnomo, mengungkapkan bahwa tidak hanya Susilowati, ada juga kader lain, Gatut Sunu, yang mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati melalui Partai Gerindra.

"Langkah ini akan dilaporkan ke DPP melalui DPD untuk menertibkan organisasi," jelas Sodik. Menurutnya, tindakan ini penting untuk menjaga disiplin partai dan memastikan tidak ada dualisme kepemimpinan atau dukungan di internal PDIP.

Dengan perkembangan ini, struktur organisasi PDIP di Tulungagung akan dipimpin secara kolektif kolegial oleh sekretaris dan wakil ketua sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari DPP.

"Kita tetap patuh pada instruksi DPP meski ada perbedaan pandangan dari beberapa kader," tambah Sodik.

Situasi ini menambah panas persaingan Pilkada Tulungagung, memperlihatkan bagaimana dinamika internal partai dapat mempengaruhi strategi dan aliansi politik menjelang pemilihan yang semakin dekat. (dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow