Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Ditemukan Meninggal, Terseret 131 Meter

Warga melaporkan adanya jenazah yang mengapung dengan ciri-ciri pakaian yang sama seperti yang dikenakan korban saat terakhir terlihat. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," ujar Nanang.

09 Jun 2026 - 14:19
Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Ditemukan Meninggal, Terseret 131 Meter
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban yang ditemukan meninggal dunia usai dua hari pencarian di Kali Lamong Perbatasan Gresik-Surabaya (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Harapan keluarga menemukan Lukman Hakim (23) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah hampir dua hari dilakukan pencarian tanpa henti, pemuda asal Romokalisari, Surabaya, yang dilaporkan jatuh dan tenggelam saat memancing di Kali Lamong, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi (09/06/2026).

Korban ditemukan mengapung sekitar 131 meter dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam di perairan Kali Lamong yang menjadi perbatasan Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan penemuan korban berawal dari informasi warga yang melihat sesosok jenazah mengapung di sungai.

"Warga melaporkan adanya jenazah yang mengapung dengan ciri-ciri pakaian yang sama seperti yang dikenakan korban saat terakhir terlihat. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," ujar Nanang.

Sekitar pukul 05.30 WIB, petugas tiba di lokasi dan memastikan identitas korban. Setelah proses identifikasi selesai, keluarga meminta agar jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sejak laporan korban tenggelam diterima pada Senin (08/06/2026), tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif. Berbagai metode diterapkan untuk mempercepat proses pencarian, mulai dari penyisiran permukaan sungai hingga radius sekitar satu kilometer dari titik korban diduga tenggelam.

Tak hanya itu, sebut Nanang, tim penyelam juga diterjunkan untuk menyisir dasar sungai yang memiliki arus dan tingkat kekeruhan cukup tinggi. Sementara sejumlah perahu karet melakukan manuver khusus guna menciptakan gelombang yang diharapkan dapat mengangkat tubuh korban dari dasar sungai ke permukaan.

"Seluruh unsur SAR telah bekerja maksimal sejak hari pertama pencarian. Kami terus berupaya melakukan pencarian dengan berbagai metode hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pagi ini," katanya.

Operasi pencarian tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Surabaya, BPBD Gresik dan Surabaya, TNI, Polri, PMI, Polairud, relawan, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Selanjutnya seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing sebelum kembali ke kesatuannya masing-masing.

Nanang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama operasi berlangsung. Sinergi dan kerja sama semua pihak sangat membantu dalam proses pencarian korban," pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow