Orientasi Perkuliahan S3 Studi Islam Unisda Lamongan Satukan Mahasiswa dari Berbagai Daerah
Lamongan, (afederasi com) – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan resmi memulai perjalanan akademik bagi mahasiswa baru Program Doktor (S3) Studi Islam. Kegiatan Orientasi Perkuliahan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (19–20 Desember 2025), ini menjadi momentum penting dalam menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang geografis.
Kegiatan orientasi yang berlangsung di Gedung Manaqib Unisda ini, diikuti oleh para intelektual dari berbagai daerah, mulai dari Lamongan, Jember, hingga Jakarta, Bogor, dan wilayah Pantura. Kehadiran mahasiswa dari berbagai titik di Indonesia ini menegaskan posisi Unisda sebagai pusat kajian Islam yang semakin dipercaya di tingkat nasional.
Dalam sesi pertama, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., memaparkan materi strategis mengenai "Pemikiran Islam Indonesia dan Transformasi Hukum". Prof Afif menekankan bahwa mahasiswa doktoral harus mampu melihat pemikiran Islam sebagai solusi konkret bagi persoalan hukum masa kini.
"Kajian pemikiran Islam Indonesia bukanlah sekadar nostalgia sejarah, melainkan kebutuhan metodologis dan normatif dalam merespons tantangan hukum dan sosial di masa depan. Kita harus membangun kerangka hukum nasional yang modern, namun tetap berakar kuat pada nilai etika dan spiritualitas masyarakat Muslim Indonesia," ujar Prof. Afif. Senin (22/12/2025).
Pihaknya juga menyoroti pentingnya pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam merekonstruksi hukum Islam agar tetap relevan di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Pada sesi berikutnya, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., memberikan wawasan mendalam terkait transformasi pesantren. Menurutnya, pesantren sebagai basis pendidikan Islam di Indonesia harus mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.
"Pesantren dituntut mampu beradaptasi dengan mengintegrasikan teknologi, seperti digitalisasi pembelajaran kitab kuning, tanpa meninggalkan karakter utamanya dalam membentuk insan berakhlak mulia. Transformasi keilmuan harus diarahkan pada inovasi pembelajaran dan penguatan jejaring kerja sama internasional agar tetap kompetitif," tegas Prof. Babun.
Orientasi ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga penegasan budaya ilmiah bagi mahasiswa jenjang tertinggi. Unisda Lamongan berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya ahli secara teoretis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang moderat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi para mahasiswa dalam menempuh masa studi doktoral, sehingga nantinya mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi hukum, pendidikan, dan keilmuan Islam di era modern. (yan)
What's Your Reaction?


