Musrenbang Perempuan Gresik 2026 Bahas 10 Isu Strategis Arah Pembangunan Daerah
Gresik, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat pembangunan daerah yang responsif gender dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Putri Cempo, Selasa (10/2/2026), menjadi ruang partisipatif bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan perempuan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang adil dan inklusif.
Menurut Gus Yani sapaan akrab Gus Yani, perempuan memiliki pengalaman dan tantangan sosial yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, sehingga aspirasi mereka sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan hingga penguatan ekonomi keluarga.
“Musrenbang Perempuan ini merupakan ruang bagi ibu-ibu untuk menyampaikan gagasan nyata. Saya ingin perempuan Gresik berdaya secara ekonomi dan memiliki pola pikir yang cerdas, karena dari ibu yang hebat akan lahir generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gus Yani.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Musrenbang Perempuan 2026 memfokuskan pembahasan pada sepuluh isu strategis prioritas.
Isu tersebut di antaranya penguatan literasi keuangan keluarga sebagai upaya mencegah dampak negatif judi online, percepatan penurunan angka stunting, serta penyediaan fasilitas publik yang aman dan ramah bagi perempuan dan kelompok rentan.
Selama dua hari pelaksanaan, 10 hingga 11 Februari 2026, peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, akademisi, dan praktisi merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan tersebut.
Hasil musyawarah nantinya akan diformulasikan menjadi usulan prioritas pembangunan yang akan dibawa ke tingkat kabupaten, guna memastikan pembangunan infrastruktur sosial di Gresik berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Gus Yani berharap forum ini mampu menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar diskusi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Pemerintah ingin membangun Gresik secara inklusif, di mana perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.(frd)
What's Your Reaction?



