Menara Musholla Al Iman Pacitan Ambruk Akibat Gempa M 6,4

06 Feb 2026 - 16:16
Menara Musholla Al Iman Pacitan Ambruk Akibat Gempa M 6,4
Petugas bersama warga bersihkan puing bangunan Musholla Al Iman di Desa Sumberharjo Pacitan, setelah bagian menara dan teras depan ambruk akibat gempa. (Foto:Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) – Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan dini hari berdampak pada ambruknya menara Musholla Al Iman di Desa Sumberharjo, Kecamatan Pacitan.

Bangunan musholla tersebut dilaporkan mengalami kerusakan setelah bagian menara runtuh dan menimpa teras depan saat gempa terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Musholla Al Iman yang berada di lingkungan Setran, Dusun Craken Wetan, Desa Sumberharjo. 

Menara musholla roboh tak lama setelah guncangan gempa terasa cukup kuat di wilayah Pacitan dan sekitarnya.

Pendiri Musholla Al Iman, Edi Suprapto, mengatakan kerusakan bermula dari menara musholla yang tidak mampu menahan guncangan gempa.

“Waktu gempa besar dini hari, menaranya dulu yang tumbang. Setelah itu jatuh ke teras depan dan akhirnya ambruk,” ujarnya.

Menurut Edi, kondisi bangunan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerentanan sejak gempa sebelumnya. 

Saat itu, menara musholla sempat mengalami retakan meski masih dinilai aman untuk digunakan.

“Menara ini memang sudah retak pasca gempa sebelumnya. Sudah dicek dan waktu itu masih dianggap aman, tapi ternyata tidak kuat menahan gempa semalam,” katanya.

Beruntung, tidak ada aktivitas ibadah saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. 

Bangunan utama musholla juga dilaporkan masih berdiri dan relatif aman untuk digunakan.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Bangunan utama masih utuh,” lanjutnya.

Musholla Al Iman sendiri telah berdiri sekitar 12 tahun dengan ukuran kurang lebih enam meter ke samping dan dua belas meter ke belakang. 

Akibat kejadian tersebut, kerusakan ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta berdasarkan perkiraan awal warga.

Edi menambahkan, perbaikan akan segera dilakukan secara swadaya agar musholla dapat kembali digunakan, terutama menjelang pelaksanaan salat tarawih.

“Targetnya setelah Jumat ini langsung diperbaiki. Mudah-mudahan lima sampai enam hari sudah bisa dipakai lagi,” ucapnya.

Seorang warga sekitar mengaku sempat melihat kondisi bangunan sesaat setelah gempa terjadi. 

Saat keluar rumah, musholla terlihat dalam posisi miring sebelum akhirnya roboh.

“Saya lihat bangunannya sudah miring. Sempat saya foto, tapi tidak lama kemudian ambruk,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberharjo, Hariadi, mengatakan kejadian tersebut akan segera dilaporkan ke pihak kecamatan untuk diteruskan ke BPBD dan pemerintah kabupaten.

“Kami laporkan ke kecamatan dulu, nanti ditindaklanjuti BPBD dan kabupaten. Desa tidak memiliki anggaran khusus untuk kebencanaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila tidak ada bantuan perbaikan dari pemerintah, warga berencana melakukan perbaikan secara gotong royong.

“Kalau tidak direalisasi bantuan, ya gotong royong warga,” katanya.

Hariadi menyebut robohnya bangunan akibat gempa ini merupakan kejadian pertama di Desa Sumberharjo. 

Ia pun mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

“Yang paling utama itu keselamatan jiwa. Kalau terjadi gempa, segera menyelamatkan diri,” pungkasnya. (feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow