Krisis Air Bersih Mengancam Ratusan Pelanggan PDAM di Tulungagung
Tulungagung, (afederasi.com) - Ratusan pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, terancam kekurangan air bersih selama musim kemarau. Masalah ini diperparah oleh pembagian sumber air yang tidak adil dengan PAMSIMAS, mengakibatkan ketidakstabilan pasokan bagi banyak pelanggan.
Direktur Utama PDAM Kabupaten Tulungagung, Joko Purnomo, mengungkapkan bahwa dari total 800 pelanggan di Desa Segawe, hanya sekitar 300 yang aktif dan membayar biaya air. Sebagian besar dari sekitar 500 pelanggan lainnya memilih untuk tidak membayar karena pasokan air bersih yang sangat terbatas selama kemarau.
"Kondisi ini berbanding terbalik saat musim hujan, di mana pasokan air lancar. Namun, pada musim kemarau, debit air menurun drastis," jelas Joko Purnomo pada Senin (5/8/2024).
Masalah utama berasal dari perbedaan posisi pipa intake PDAM dan PAMSIMAS. Pipa intake PDAM terletak lebih rendah, sehingga lebih banyak air dikelola oleh PAMSIMAS. Dengan hanya satu sumber air di Desa Segawe, PDAM harus berbagi sumber tersebut, memaksa penerapan sistem gilir untuk pengelolaan air.
"Pengelolaan dilakukan secara bergilir, sehari untuk PDAM dan sehari untuk PAMSIMAS, demi memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan," tambah Joko Purnomo.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, PDAM menawarkan opsi kepada 500 pelanggan untuk berhenti berlangganan jika mereka merasa tidak mendapatkan layanan yang memadai. Namun, banyak pelanggan memilih untuk tetap menggunakan layanan meski hanya bisa mendapatkan air bersih pada malam hari dan enggan membayar tagihan.
"Meski air hanya tersedia pada malam hari dan kami sudah menawarkan untuk berhenti berlangganan, pelanggan tetap ingin menggunakan layanan PDAM," ujar Joko.
Situasi ini menyoroti ketidakadilan dalam pembagian sumber daya air dan bagaimana sistem pengelolaan yang tidak memadai dapat memengaruhi kualitas layanan publik. Masyarakat menghadapi dilema sulit antara membayar untuk layanan yang tidak memadai atau menanggung ketidaknyamanan demi mempertahankan akses ke air bersih.(riz/dn)
What's Your Reaction?



