Kontroversi Kehadiran Ganjar Pranowo dalam Grand Final MasterChef Indonesia Season 11
Calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menghadiri Grand Final MasterChef Indonesia season 11, demikian terlihat dalam unggahan akun Instagram resmi @masterchefina.
Jakarta, (afederasi.com) - Calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menghadiri Grand Final MasterChef Indonesia season 11, demikian terlihat dalam unggahan akun Instagram resmi @masterchefina. Kehadiran Ganjar, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), menuai respons beragam dari warganet dan penonton acara memasak tersebut.
Sebagai pemilik RCTI, Hary Tanoesoedibjo, yang juga Ketua Umum Partai Perindo, memiliki keterkaitan dengan Ganjar. Partai Perindo sendiri terlibat dalam koalisi dengan PDIP untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Ganjar dan istrinya, Siti Atiqoh, turut memberikan hadiah kepada dua juara kompetisi MasterChef Indonesia season 11.
Dalam foto yang diunggah oleh akun resmi MasterChef Indonesia, Ganjar dan istrinya terlihat berfoto bersama ketiga juri MasterChef dan Lilana Tanoesoedibjo. Meski tampak sebagai momen kebersamaan, kehadiran Ganjar di acara tersebut menimbulkan protes dari sejumlah warganet, yang menduga adanya muatan politik dalam acara tersebut.
Sejumlah komentar dari warganet mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kehadiran Ganjar dan menilai acara tersebut menjadi bermuatan politik. "Acara bermuatan politik dan diskriminasi gabakal gua tonton lagi," ancam seorang warganet, sementara yang lain menyatakan kekecewaannya dan bahkan mengancam untuk berhenti mengikuti acara tersebut.
Terlepas dari kontroversi kehadiran Ganjar, MasterChef Indonesia Season 11 akhirnya memilih Belinda Christina sebagai pemenangnya. Namun, keputusan tersebut mendapat kritikan tajam dari masyarakat, yang menganggap bahwa runner-up, Kiki, seharusnya menjadi juara.
Warganet merasa bahwa Kiki lebih layak meraih gelar juara karena mendapatkan lebih banyak pujian dari para juri terkait kualitas masakannya. Namun, ironisnya, saat pengumuman skor, Belinda berhasil mengungguli Kiki. Kritikan tersebut mengarah pada dugaan bahwa hasil kompetisi sudah diatur sebelumnya untuk membuat Belinda menjadi pemenangnya.
Pertanyaan juga muncul terkait kredibilitas para juri, yang lebih memilih memberi skor tinggi kepada Belinda meskipun Kiki dianggap memiliki keterampilan memasak yang lebih unggul. Sebelum grand final, Kiki sudah dianggap sebagai calon pemenang karena beberapa kali berhasil memenangkan tantangan dengan masakannya yang menonjol.(mg-3/jae)
What's Your Reaction?



