Kontroversi Gibran Rakabuming Raka Sebagai Cawapres: Pro dan Kontra Terhadap Pemimpin Muda

Keputusan Prabowo Subianto untuk menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2024 masih mendapat sorotan tajam.

24 Oct 2023 - 13:17
Kontroversi Gibran Rakabuming Raka Sebagai Cawapres: Pro dan Kontra Terhadap Pemimpin Muda
Bakal cawapres Gibran Rakabuming. [Suara.com/Emma Rohimah]

Jakarta, (afederasi.com) - Keputusan Prabowo Subianto untuk menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2024 masih mendapat sorotan tajam. Gibran, putra Presiden Joko Widodo, diserang oleh cibiran-cibiran yang mengkritik usianya yang dinilai masih terlalu muda dan keterbatasan pengalaman politiknya.

Platform X menjadi saksi kekecewaan beberapa akun yang menyuarakan ketidaksetujuan terhadap pilihan Prabowo untuk Gibran. Mereka menyoroti fakta bahwa Gibran hanya memiliki pengalaman sebagai wali kota selama dua tahun. Tak hanya itu, ada pula tudingan bahwa kehadiran Gibran dalam bursa politik adalah bentuk dukungan terhadap dinasti politik keluarga Jokowi.

Namun, tak semua berpendapat negatif terhadap Gibran Rakabuming Raka. Sebagian orang justru mendukungnya dengan tulus. Mereka mencatat prestasi-prestasi yang telah diraih Gibran selama menjabat sebagai wali kota, meskipun singkat. Argumentasi lain yang diajukan adalah bahwa generasi muda seperti Gibran mungkin diperlukan dalam kepemimpinan untuk membawa perspektif baru dan energi segar.

Akun @itsw***ha menyampaikan, "Mohon maaf enggak dulu kalau mas Gibran, masih dini untuk jadi cawapres." Sementara @novia******1966 berkata, "Gak salah pak @prabowo pilih Gibran jadi cawapres. mas @gibran_tweet masih muda fresh, gesit, berprestasi. Cocok dengan Prabowo yang berpengalaman, tegas, dan strategis. Waktunya yang muda yang memimpin."

Kehadiran seorang pemimpin muda selalu menuai beragam pendapat. Sebagian menilai bahwa generasi muda memiliki pemikiran inovatif dan cenderung berpikir out of the box. Hal ini menjadikan ide-ide mereka selalu segar dan menarik. Pemimpin muda juga cenderung lebih responsif terhadap perkembangan zaman dan tren saat ini.

Namun, ada juga pro dan kontra yang mengelilingi pemimpin muda. Mereka sering terlalu agresif, ingin mencapai segalanya dengan cepat, dan terlalu banyak rencana yang kadang-kadang dipaksakan. Ini bisa membawa risiko di masa depan. Selain itu, kredibilitas pemimpin muda sering menjadi pertanyaan, terutama jika mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dan persuasi yang kuat.

Satu aspek kritis yang sering diperdebatkan adalah loyalitas. Generasi muda cenderung dianggap kurang loyal daripada generasi yang lebih tua, yang dianggap memiliki tingkat loyalitas yang lebih tinggi. Mereka yang muda sering dituduh lebih mudah melepaskan sesuatu dengan cepat.

Dalam konteks Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, pro dan kontra akan terus menjadi bagian dari perbincangan politik yang hangat, mencerminkan perdebatan abadi tentang peran dan potensi pemimpin muda dalam pemerintahan. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow