Kemenag Jombang Gencarkan Program Gema Sajadah
Jombang, (afederasi.com) – Kemenag Jombang gelar Rakor Gema Sajadah, ubah makna jadi Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah. Sinergi dengan DLH, Bank Sampah & Adiwiyata diperkuat untuk edukasi lingkungan dan nilai sedekah. Inovasi ini raih predikat Terbaik I se-Jatim.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mengukuhkan komitmennya dalam pengelolaan sampah berbasis edukasi dan nilai sosial melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah).
Rapat yang digelar Rabu (28/1/2026) di Aula Al-Muhajirin itu dihadiri seluruh stakeholder, menandai babak baru perluasan gerakan, yang menarik, dalam rapat tersebut diumumkan perubahan makna resmi Gema Sajadah.
Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir, menegaskan bahwa akronim yang semula Gerakan Madrasah-Sampah Jadi Sedekah, kini secara resmi bermakna Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah.
"Mulai hari ini, Gema Sajadah adalah Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah. Ini adalah gerakan bersama keluarga besar Kemenag Jombang yang akan terus diperkuat dengan menggandeng KUA, madrasah, pesantren, dan masyarakat," tegas Muhajir.
Perubahan ini menandai upaya meluaskan dampak gerakan melampaui satuan pendidikan madrasah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat.
Rakor ini menghadirkan perwakilan kunci seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Bank Sampah Induk Jombang (BSIJ), Himpunan Penggiat Adiwiyata, KUA, pimpinan pesantren, hingga kepala madrasah. Sinergi ini dinilai vital untuk keberlanjutan program.
Nur Khojin, perwakilan Agen Perubahan Ekoteologi, menyebut Gema Sajadah telah meraih prestasi sebagai Terbaik I Inovasi Berdampak di Kanwil Kemenag Jawa Timur. "Capaian ini adalah hasil kerja bersama," ujarnya.
Muhajir juga menyoroti kolaborasi erat dengan DLH Jombang dan BSIJ. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah dalam Gema Sajadah merupakan bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata) dan implementasi nilai rahmatan lil ‘alamin.
"Dari sampah yang semula menjadi masalah, kita dorong agar menjadi berkah. Anak-anak akan meniru apa yang dicontohkan guru dan orang dewasa," jelasnya.
Gerakan ini tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga edukasi karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial melalui mekanisme sedekah dari hasil penjualan sampah.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Jombang juga memberikan apresiasi terhadap madrasah-madrasah yang telah berhasil meraih predikat Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, sebagai bukti nyata integrasi gerakan lingkungan di dunia pendidikan.
Dengan penguatan makna dan sinergi ini, Gema Sajadah diharapkan dapat menjadi uswah hasanah (teladan yang baik) dan gerakan bersama yang berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Jombang. (san)
What's Your Reaction?



