Jambret PCX Merah yang Viral di Tulungagung Ditangkap, Sempat Buang Barang Bukti ke Sungai
Tulungagung, (afederasi.com) – Personel Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil meringkus pria berinisial TS (32), yang diduga sebagai pelaku penjambretan yang sempat viral di media sosial. Terduga pelaku yang merupakan warga Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, ditangkap petugas pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan. TS diamankan saat berada di tempat kerjanya di wilayah Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu.
"Sebelumnya terduga pelaku menarik paksa kalung seorang perempuan hingga korban terjatuh. Setelah itu, ia langsung melarikan diri dari lokasi kejadian," ujar Nanang dalam keterangannya.
Sadar aksinya terekam kamera dan viral, TS berupaya menghilangkan jejak dengan membuang sejumlah barang bukti. Ia membuang pakaian serta sandal yang digunakannya saat beraksi ke sebuah sungai di dekat rumahnya.
"Petugas sempat membawa pelaku untuk mencari barang bukti tersebut. Kami menemukan sandal selop milik pelaku yang tersangkut di tanggul sungai," lanjut Nanang.
Selain membuang pakaian, TS juga mengganti pelat nomor sepeda motor Honda PCX merah miliknya untuk mengelabui petugas. Awalnya ia menggunakan pelat nomor AG 5324 KCU, namun diganti menjadi AG 5345 REF setelah videonya tersebar.
Polisi berhasil mengamankan motor tersebut beserta kalung emas seberat 3,11 gram milik korban bernama Sukatin. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Tulungagung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa penjambretan ini sebelumnya terekam jelas oleh kamera dashcam mobil warga pada Senin (26/1/2026). Dalam rekaman tersebut, pelaku menarik kalung korban di Jalan Raya Dusun Jatibanggi sebelum akhirnya memacu motornya ke arah utara.
Saksi mata yang menggunakan mobil sempat melakukan pengejaran dan menabrak bagian belakang motor pelaku. Namun, TS berhasil menjaga keseimbangan dan melarikan diri melalui jalan sempit di kawasan Desa Ngranti.
"Saat ini terduga pelaku masih menjalani penyidikan intensif. Kami juga tengah mendalami kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain yang dilakukan pelaku," pungkas Nanang.(dn)
What's Your Reaction?



