Kehidupan Dua Remaja Yatim Piatu di Tulungagung Viral, Dinsos Siapkan Pendidikan dan Wirausaha

01 Oct 2024 - 13:33
Kehidupan Dua Remaja Yatim Piatu di Tulungagung Viral, Dinsos Siapkan Pendidikan dan Wirausaha
Tangkapan layar foto kedua anak yatim piatu yang viral di media social (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Kisah pilu dua gadis yatim piatu, Wina (16) dan Sela (15), warga Kelurahan Karangwaru, Tulungagung, menjadi viral di media sosial. Keduanya menuai simpati setelah kisah kehidupan mereka yang penuh kesulitan terungkap. Setelah ditinggal meninggal oleh kedua orang tua, mereka terpaksa menjual seluruh perabot rumah untuk bertahan hidup.

Tak hanya itu, Wina dan Sela juga terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tak memadai. Wina, yang mengalami disabilitas, dan adiknya kini hanya bergantung pada sang kakak laki-laki, Sulistyono (30), yang bekerja serabutan. Meski telah menerima berbagai bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta bantuan pangan, hidup mereka tetap penuh tantangan.

“Tahun lalu, kakaknya sudah kami bantu dengan kursi roda. Tidak mungkin kondisi mereka tidak menerima bantuan,” ujar Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, Selasa (1/10/2024).

Namun, baru diketahui bahwa kedua anak ini putus sekolah. Heru menyatakan akan meminta Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan pendampingan khusus bagi kedua gadis ini dan memastikan mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinsos Tulungagung, Wahiyd Masrur, menjelaskan bahwa bantuan sosial sebenarnya sudah diberikan sejak orang tua mereka masih hidup, dan berlanjut setelah sang ibu meninggal dunia pada akhir 2023. “Kami telah memberikan bantuan kebutuhan dasar dan nutrisi, serta kursi roda pada Agustus 2024 lalu,” ungkap Wahiyd.

Kini, Dinsos tengah berupaya agar Wina dan Sela dapat kembali mengenyam pendidikan hingga lulus SMA/SMK. Tak hanya itu, mereka juga direncanakan mendapat bantuan wirausaha untuk membangun kemandirian. "Kami akan membantu mereka merintis usaha agar dapat hidup lebih baik dan mandiri,” tambah Wahiyd.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kelurahan Karangwaru, Devi Asmianto menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan sosial. "Kami telah memberikan jaring pengaman sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan khusus berupa kursi roda untuk kakaknya yang menyandang disabilitas," ungkapnya.

Devi turut mengapresiasi pihak-pihak lain yang telah ikut memberikan bantuan. "Kami sangat menghargai partisipasi masyarakat yang peduli. Namun, kami juga berharap setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," tutupnya. (dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow