Kasus Diare Tembus 270 Warga, Dinkes Sebut Banyak Sanitasi Tak Layak
Pacitan, (afederasi.com) – Kasus diare di Pacitan sempat mencuat setelah ratusan warga di Kecamatan Sudimoro mengeluhkan mual, sakit perut, hingga diare.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menilai kondisi itu tidak lepas dari persoalan sanitasi yang masih belum layak di sebagian lingkungan masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pacitan, Nur Farida, mengatakan sanitasi yang buruk bisa memicu gangguan kesehatan.
Diare menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul ketika kebersihan lingkungan tidak terjaga.
“Sanitasi yang tidak layak itu bisa memicu diare dan penyakit lainnya. Jadi kebersihan lingkungan memang harus dijaga,” kata Nur Farida, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut, program yang dijalankan Dinkes saat ini lebih banyak menyasar edukasi langsung ke masyarakat.
Bentuknya berupa sosialisasi agar warga lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah sumber penyakit dari sekitar rumah.
“Program dari kami lebih ke sosialisasi. Mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” lanjutnya.
Meski sosialisasi terus dilakukan, kasus diare masih menjadi persoalan yang terjadi di lapangan.
Beberapa waktu lalu, Dinkes mencatat sekitar 270 warga di Kecamatan Sudimoro mengalami keluhan mual, sakit perut, hingga diare.
Dinkes menegaskan, angka tersebut merupakan hasil pendataan keluhan masyarakat.
Bukan seluruhnya pasien yang menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan.
Kondisi itu membuat persoalan sanitasi kembali jadi sorotan.
Apalagi ketika sebagian warga masih hidup dengan akses sanitasi yang belum memadai.
Sebagai gambaran, data dari PUPR Pacitan mencatat capaian sanitasi layak di Pacitan berada di angka sekitar 82,81 persen.
Artinya, masih terdapat 17,19 persen masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak.(feri)
What's Your Reaction?



