Kapal Perang Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan ke Kapal Kargo di Laut Hitam

Rusia, pada bulan Juli, secara sepihak mengundurkan diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang memungkinkan Ukraina untuk mengirimkan produk pertaniannya melalui laut tersebut.

14 Aug 2023 - 10:52
Kapal Perang Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan ke Kapal Kargo di Laut Hitam
Sebuah kapal Angkatan Laut Rusia selama latihan di Laut Hitam. (Foto: via AP)

Rusia, (afederasi.com) - Rusia, pada bulan Juli, secara sepihak mengundurkan diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang memungkinkan Ukraina untuk mengirimkan produk pertaniannya melalui laut tersebut. Baru-baru ini, Moskow kembali mengejutkan dunia dengan tindakan nekadnya. Pada Minggu (13/8), sebuah kapal perang Rusia telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal kargo di Laut Hitam barat daya. Kapal Rusia tersebut, yang disebut sebagai kapal patroli Vasily Bykov, mengambil tindakan ini sebagai respons atas kapal dagang non-Ukraina yang menuju utara. Aksi ini adalah yang pertama kali dilakukan Rusia setelah mereka meninggalkan kesepakatan biji-bijian bulan lalu. Kesepakatan tersebut sendiri sebelumnya dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa insiden tersebut melibatkan kapal patroli Rusia yang dikenal sebagai Vasily Bykov dan kapal kargo berbendera Palau, Sukru Okan. Menurut pernyataan resmi, kapal Rusia telah menembakkan senjata otomatis sebagai peringatan ke kapal Sukru Okan. Pemicunya adalah kegagalan kapten kapal kargo untuk merespons permintaan Moskow agar kapal tersebut berhenti untuk pemeriksaan. Sukru Okan diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Izmail di Ukraina. Saat ini, kapal tersebut sedang berada di dekat Pantai Bulgaria dan bergerak menuju Pelabuhan Sulina di Rumania. Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebutkan bahwa pihak militer Rusia naik ke kapal dengan menggunakan helikopter Ka-29.

 

Insiden ini telah menambahkan ketegangan yang sudah tinggi di Laut Hitam, mempengaruhi para pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan pedagang komoditas. Laut Hitam adalah rute vital bagi Ukraina dan Rusia dalam mengangkut produk pertanian mereka ke pasar global. Para ahli mengkhawatirkan dampak dari insiden semacam ini terhadap pasokan gandum dan komoditas lainnya. Kedua negara, Rusia dan Ukraina, memiliki peran sentral dalam pasar pertanian global, dan insiden-insiden semacam ini bisa merusak pasar komoditas, minyak, dan pengapalan secara keseluruhan.

 

Kedua negara, Rusia dan Ukraina, memiliki pandangan berbeda terkait situasi ini. Rusia mengumumkan bahwa setiap kapal yang mendekati pelabuhan Ukraina akan dianggap sebagai kapal militer potensial, dan bendera negara akan dianggap sebagai pihak yang berperang di sisi Ukraina. Ancaman semacam ini telah dibuktikan dengan serangan terhadap fasilitas gandum Ukraina di Sungai Donau. Ukraina, sebagai tanggapan, juga mengancam kapal-kapal yang mendekati pelabuhan Rusia atau pelabuhan Ukraina yang dikuasai oleh Rusia. Konflik ini semakin memanas dengan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak Rusia dan sebuah kapal perang di pangkalan Angkatan Laut Novorossiysk.

 

Reaksi beragam muncul dari berbagai pihak terkait situasi ini. Ukraina dan negara-negara Barat menuduh langkah-langkah Rusia sebagai bentuk blokade nyata terhadap pelabuhan Ukraina, yang berpotensi menghentikan pasokan gandum dan biji bunga matahari dari Ukraina ke pasar internasional. Meskipun begitu, Moskow menyangkal tudingan tersebut dan mengklaim bahwa negara-negara Barat gagal mengimplementasikan aturan pelonggaran kesepakatan yang setara terhadap ekspor makanan dan pupuk Rusia. Perdebatan mengenai dampak sebenarnya dari tindakan ini terus berlanjut sambil memicu kekhawatiran di kalangan ekonomi global. (mg-1/jae) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow