Jokowi akan Audit Seluruh Stadion untuk Pertandingan Liga Indonesia

Jokowi akan Audit Seluruh Stadion untuk Pertandingan Liga Indonesia
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia Mochamad Iriawan mengunjungi Stadion Kanjuruhan di Malang. (ist)

Malang, (afederasi.com) - Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR untuk segera mengaudit seluruh stadion yang digunakan dalam pertandingan Liga Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober lalu.

“Saya sudah memerintahkan kepada Menteri PUPR untuk melakukan audit bangunan, stadion ini, termasuk bangunan terhadap seluruh stadion yang dipakai dalam baik liga 1, liga 2 maupun liga 3 untuk memperbaiki baik itu yang namanya pintu, pintu gerbang, kemudian posisi duduk, pagar dan lain-lain sehingga keselamatan penonton, suporter itulah yang ingin kita utamakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihak FIFA telah menawarkan bantuannya untuk membantu Indonesia dalam melakukan audit tersebut. Kementerian PUPR, kata Jokowi, diberi waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan audit seluruh stadion ini.

“Karena kalau kita lihat di GBK (Gelora Bung Karno), dengan penonton 80 ribu orang, dibuka 15 menit semuanya sudah bisa keluar. Sama, saya kira standar-standar itu yang harus kita miliki. Dan pada saat saya berbicara hari Senin telepon dengan Presiden FIFA Gianni Infantino beliau menyampaikan, FIFA siap untuk membantu memperbaiki manajemen yang ada,” tuturnya.

Menurutnya, memang diperlukan evaluasi besar-besaran dalam hal manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, serta manajemen pengamanan, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Adapun temuan yang Jokowi lihat usai meninjau Stadion Kanjuruhan adalah terkait pintu stadion yang terkunci.

“(Hasil Temuan?) Itu nanti, TGIPF yang harus melihat secara detail tetapi sebagai gambaran tadi saya melihat, bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci, dan juga tangga terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada.tapi itu saya hanya melihat lapangannya. Tetapi nanti semuanya akan disimpulkan oleh TGIPF,” tegasnya.

Ia berharap Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGPIF) dapat segera mengungkap penyebab utama tragedi ini secepatnya.

“Kita tahu telah dibentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam dan kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhaan, Malang,” pungkasnya. (ans)