Jalan Licin, Puluhan Pemotor Terjatuh di 0 Km

Jalan Licin, Puluhan Pemotor Terjatuh di 0 Km
Pemotor jatuh di simpang empat Tugu, Kota Madiun.

Madiun, (afederasi.com) - Karena jalan licin, puluhan pemotor mengalami kecelakaan saat melintas di simpang empat Tugu, Kota Madiun, terhitung sejak yang semula jalan aspal diganti dengan material keramik (Granit).

"Kebanyakan karena selip atau terpeleset karena jalanya licin. Saat hujan semakin banyak kejadian yang terjatuh," kata Puji, juru parkir yang setiap hari mangkal di sekitar perempatan Tugu, Kota Madiun.

Dari pantuan dilokasi, hanya dalam waktu kurang dari 30 menit sebanyak pemotor jatuh terpeleset di perempatan Tugu yang digadang gadang bakal menjadi pusat destinasi wisata 0 Km yang rencananya akan segera diresmikan oleh Pemkot Madiun.

"Yang sering terjatuh itu kendaraan yang dari jalan Pahlawan menuju jalan Jendral Sudirman arah pasar dan dari jalan Jendral Sudirman belok ke kanan menuju jalan Cokroaminoto," ungkapnya.

Salah satu korban jalan Granit yang dibangun di perempatan Tugu, mengeluhkan tidak adanya rambu rambu peringatan disekitar lokasi 0 Km. 

"Saya lihat tidak ada rambu rambunya mas. Tadi saya terpeleset dan jatuh karena memang jalannya licin,"keluh  salah satu pemotor.

Jalan granit yang dibangun disekitar tugu 0 Km, sempat menjadi perbincangan di media sosial dan beberapa group WA dan mendapat berbagai tanggapan dari nitizen.

"Ijin meneruskan keluhan pengguna jalan Sering terjadi selip atau tergelincir di simpang 4 tugu (jl. Pahlawan) khususnya R2.

Mungkin bisa dievaluasi untuk penggunaan bahan aspalnya. Matur suwun"

"Di permukaan jalan keramik mungkin ya?"

"Kalau bahannya kurang tau pak...  Yang jelas pas yang berwarna tadi sore ada yang jatuh juga. Ntah licin karena hujan, bahan yang memang licin atau rodanya"

"Banyak om keluhan dari pengguna jalan"

"Yuk tolong yuk sigap ke keluhan masyarakat. Dengarkan keluhan masyarakat"

"Iya, maksud sy yg dulunya aspal ganti bukan aspal di kawasan nol kilometer itu kan?"

"Betul om"

-"Kira2 karepe ngono ben apik". (sal)