Inilah Desa Wisata Sidomulyo, Nominator Desa BRILian Modern Berbasis Seni Budaya

23 May 2023 - 16:04
Inilah Desa Wisata Sidomulyo, Nominator Desa BRILian Modern Berbasis Seni Budaya
Para pelajar di Desa Sidomulyo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri saat berlatih kesenian Jaranan Jowo di gedung serbaguana desa setempat, Selasa (23/5/2023). (foto : isa/afederasi.com).

Kediri, (afederasi.com) - Desa Sidomulyo yang terletak di Kecamatan Wates Kabupaten Kediri didapuk sebagai salah satu desa wisata terbaik di Kabupaten Kediri.

Dengan luasan wilayah 431,82 km² yang dihuni oleh 5.585 jiwa, desa yang juga sebagai nominator Desa BRILian ini kenalkan potensi lewat kebudayaan. 

Beragam sumber daya kebudayaan yang dimiliki seperti kesenian kuda lumping, jaranan, sendra tari, rebana, akustik, sampai teater menjadikan desa dengan tagline "Sidomulyo Berseri" semakin dikenal akan kearifan lokalnya. 

Pada tahun 2020 Desa Sidomulyo telah menjadi 10 besar desa wisata terbaik di Kabupaten Kediri bahkan menjadi salah satu nominator Desa Wisata Cemara 2021 dari Pemprov Jatim.

Di tahun yang sama desa ini juga mengikuti ajang Desa BRILian batch 3 yang diadakan Bank BRI. Meski belum keluar sebagai pemenang, Desa Sidomulyo menjadi satu-satunya nomiator Desa wisata BRILian yang mewakili Kabupaten Kediri di ajang nasional tersebut dengan jumlah peserta secara keseluruhan sebanyak 343 desa se-Indonesia. 

Pasca agenda tersebut, Desa Sidomulyo mulai berbenah dan bertransformasi menuju desa modern serta terus melakukan pengembangan dengan melibatkan aspek digitalisasi dalam kehidupan masyarakatnya. Hal ini tercermin mulai dari pelayanan publik, transaksi keuangan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, perdagangan sampai pendidikan. 

Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Sidomulyo, Djamhari mengungkapkan dipilihnya Desa Sidomulyo menjadi Desa Wisata dan nominator Desa BRILian ini tak lepas dari kontribusi seluruh masyarakat di desanya. Contoh kecil dan sederhana yang diterapkan di desanya yakni membangun jaringan ekosistem keuangan dari pelaku usaha UMKM desa mulai dari perorangan hingga kelompok. 

"Disini ada sekitar sekitar 32 UMKM Desa bermacam-macam, mulai dari olahan kerupuk Gadung, olahan kue, sate kelinci, susu sapi dan lainnya," terangnya, Selasa (23/5/2023).

Mulanya, Djamhari mengaku, tidak paham mengenai program Desa BRILian. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pihak desa pun menjalin kemitraan dengan BRI untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Desa Sidomulyo. Kemudian pada akhir 2019, BUMDes Sidomulyo yang bernama Rukun Mulya aktif dan mulai membranding desa dengan menggali seluruh potensi yang ada.

Pengelolaan BUMDes Sidomulyo tersebut juga mengandalkan sumber daya yang ada, termasuk pemberdayaan masyarakat. 

"Dari sana kita mulai ikut lomba mulai dari Desa BRILian juga termasuk Desa Wisata," ucap Djamhari. 

Dia menyebut, saat ini BUMDes Sidomulyo memiliki 4 unit usaha, yaitu perdagangan, pertanian, wisata dan simpan pinjam.

"Ada 4 unit pada tahun 2023 ini," lanjutnya.

Selain itu, kata dia, BUMDes Sidomulyo bersama pemerintah setempat turut mensukseskan program digitalisasi desa untuk mempermudah inklusi keuangan dan permodalan masyarakat Desa Sidomulyo.

Dimana BUMDes Rukun Mulya memiliki pelayanan keuangan, yaitu Agen BRILink serta transaksi menggunakan QRIS BRI di berbagai usaha BUMDes seperti pembelian produk UMKM. 

Adapun kluster unggulan di desa ini adalah kesenian budaya dan produk olahan makanan seperti keripik gadung dan keripik jamur yang telah merambah ke pasar Malaysia. 

BUMDes Sidomulyo juga mengembangkan potensi desa lainnya berupa pasar rakyat dan pertunjukan seni tiap satu bulan sekali. 

"Satu bulan itu ada pameran umkm dan seni, digilir satu dusun dapat jatah satu kali, jadi anak-anak, orang tua dan seluruh elemen masyarakat bisa tahu akan potensi Desa Sidomulyo," bebernya. 

Djamhari menegaskan, keunggulan dari Desa Sidomulyo adalah semua operasional kehidupan masyarakatnya perlahan mulai beralih melibatkan aspek digitalisasi. Meski begitu, produk yang disuguhkan desa seperti kesenian jaranan, dan sendra tari tetap lestari dan terjaga. 

"Aspek digitalisasi ini sangat berpengaruh karena kami butuh kecepatan dan ketepatan dalam transaksi keuangan. Apalagi bandara Internasional Kediri akan beroperasi pada Agustus mendatang, ini akan berpotensi mendatangkan banyak wisatawan untuk datang ke desa sini. Terlebih kita itu berada pada jalur utama menuju kawasan Wisata Gunung Kelud," ungkapnya. 

Terakhir, untuk pengembangan sektor usaha di Desa Sidomulyo kata Djamhari, pihaknya tengah wacanakan untuk bangun Pasar Grosir sayur dengan lahan yang disediakan sekitar 10 hektare. Jika betul terjadi, pasar ini akan bisa menunjang ekosistem pasar sayur di wilayah selatan Kediri. 

"Semoga Desa Sidomulyo ini bisa menginspirasi dan menjadi percontohan untuk desa lain di Kediri maupun luar daerah. Dan semoga semua program yang telah dicanangkan bisa terealisasi dan manfaat bagi seluruh masyarakat di Desa Sidomulyo," tutupnya. (sya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow