Gilbert Simanjuntak PDIP DPRD DKI Sebut Anies Baswedan Terapkan Budaya Ordal
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak, mengungkapkan bahwa Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, juga menerapkan budaya ordal atau orang dalam
Jakarta, (afederasi.com) - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak, mengungkapkan bahwa Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, juga menerapkan budaya ordal atau orang dalam.
Meskipun demikian, Anies dikatakan tidak mau mengakuinya, mungkin karena alasan pencitraan selama kampanye Pilpres.
Gilbert menyatakan bahwa Anies menerapkan budaya ordal dengan memberikan posisi penting kepada orang-orang yang membantunya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, termasuk kursi komisaris di berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
"Saya kira tidak mungkin orang yang berjasa membantu seseorang berhasil, lalu tidak mendapat sesuatu. Masalahnya ada yang jujur mengakui, ada yang beda kata dengan perbuatan (tidak berintegritas)," ujar Gilbert seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Menurut Gilbert, pengangkatan posisi penting seharusnya didasarkan pada kualitas, namun Anies disebut memilih ordal yang justru bermasalah.
Gilbert menambahkan bahwa TGUPP yang diangkat oleh Anies seringkali bekerja di luar wewenangnya, bahkan melakukan intervensi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Budaya ordal Anies (TGUPP) lebih parah, mencampuri terlalu jauh kerja eksekutif. Ada yang diangkat jadi direksi BUMD tapi kualitasnya jelek," tegasnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Sebelumnya, Anies Baswedan sendiri menyebut fenomena ordal sebagai sesuatu yang merusak tatanan demokrasi di Indonesia. Ia mengkritik penggunaan ordal dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pemilihan guru, menjadi guru, atau mendapatkan tiket konser. Anies menilai fenomena ini merusak meritokrasi dan membuat etika terkikis dalam masyarakat. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



