Festival Cokelat 2025: Sinergi PTPN I Regional 5 dan Pemkab Banyuwangi Majukan Wisata, Edukasi, dan Pemberdayaan Kakao

21 Jun 2025 - 17:44
Festival Cokelat 2025: Sinergi PTPN I Regional 5 dan Pemkab Banyuwangi Majukan Wisata, Edukasi, dan Pemberdayaan Kakao
Kepala Regional PTPN I Regional 5, Winarto, didampingi Manajer PTPN I Regional Kebun Kalirejo Kendenglembu, Hastudy Yunarko saat mengunjungi stan milik Ikatan Keluarga Besar (IKBI) cabang Kebun Kalirejo Kendenglembu. (roni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) – Dalam rangkaian gelaran Banyuwangi Festival (B-Fest) 2025, Festival Cokelat kembali hadir memikat di destinasi wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore. Festival yang berlangsung meriah ini tak sekadar menjadi hiburan tahunan, melainkan juga wujud nyata kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PTPN I Regional 5, khususnya Kebun Kalirejo Kendenglembu.

Kepala Regional PTPN I Regional 5, Winarto, mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan festival yang dianggap mampu mengangkat potensi daerah secara menyeluruh. Menurutnya, ajang ini menjadi contoh ideal bagaimana sektor perkebunan bisa dikembangkan secara integratif – mencakup aspek produksi, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Festival ini memperlihatkan bagaimana potensi kebun bisa dikelola secara menyeluruh. Bukan hanya dari sisi produksi kakao, tetapi juga mampu menjadi media edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).

Winarto menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, nilai budaya dan potensi wisata yang melekat pada kawasan perkebunan pun semakin dikenal secara luas, bahkan di tingkat nasional. Sinergi ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata dukungan PTPN I terhadap program-program strategis Pemkab Banyuwangi, sekaligus memperkuat posisi kakao sebagai komoditas unggulan daerah.

Salah satu kebanggaan PTPN I Regional 5 adalah penetapan Kebun Kalirejo Kendenglembu sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia oleh Tim Project Management Office (PMO) Kopi dan Kakao Nusantara. Status ini menempatkan kebun tersebut sebagai pusat riset, pendidikan, dan pengembangan daya saing kakao Indonesia di pasar global.

Lebih dari sekadar ajang promosi produk, Festival Cokelat 2025 juga menjadi panggung ekspresi masyarakat lokal. Salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah stan milik Ikatan Keluarga Besar (IKBI) cabang Kebun Kalirejo Kendenglembu. Beragam produk kreatif hasil olahan tangan ibu-ibu kebun dipamerkan di sana, mulai dari kudapan berbahan dasar kakao hingga kerajinan tangan bernilai jual tinggi.

“Semangat ini harus kita dukung bersama. Ibu-ibu kebun tampil percaya diri dengan karya mereka, dan itu menunjukkan kontribusi nyata dalam menopang ekonomi keluarga,” pungkas Winarto penuh semangat.

Festival Cokelat 2025 tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah, cita rasa kakao Banyuwangi semakin mendunia.(ron/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow